Kasus Angelie Harus Jadi Pelajaran

Kasus Angelie Harus Jadi Pelajaran

Gerakan 1000 lilin untuk anak Indonesia.(Net)

Bandung- Kasus Angelie menjadi contoh tidak adanya perlindungan terhadap anak, kejahatan seks terhadap anak saat ini memang cukup mengkhawatirkan, dan sebagian besar justru dilakukan oleh orang yang dekat dengan anak tersebut.

"Hal tersebut tentunya harus menjadi perhatian bagi orangtua, karena peran orang tua tetaplah yang terpenting untuk mengatisipasi kejahatan seks pada anak-anak," ujar Yanti Sriyulianti dari Keluarga Peduli Pendidikan (KerLip).
 
“Saat ini bukan hanya pemerintah, namun peran keluarga adalah yang paling penting dalam pendidikan seks usia dini,” ujarnya, saat diwawancarai, Jumat (12/6/2015).

”Negara memang harus hadir sebagai  duty bearer, sebagai pemangku kepentingan utama yang berkewajiban menghormati, memenuhi, melindungi hak-hak anak kita. Namun ini harus jadi komitmen bersama antara pemerintah, badan usaha dan masyarakat untuk memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak sehingga benar-benar dijalankan setiap keluarga,” tuturnya.
 
Saat ini banyaknya kejahatan terhadap anak justru dilakukan oleh orang-orang terdekat anak tersebut, dan itu sangat disayangkan Yanti.
 
“Ada beberapa langkah mudah pendidikan seks anak bisa kita terapkan di rumah, yakni membimbing anak mengenali bagian pribadi mulut, dada, kelamin dan bokong, berani agar anak mau mengatakan tidak jika bagian tersebut disentuh/diminta diperlihatkan langsung ataupun film atau foto, hanya mengijinkan disentuh ibu untuk keperluan dibersihkan atau diperiksa dokter, dan yang penting tidak bicara dengan orang yang tidak dikenal,” ujarnya.
 
Ia memaparkan saat ini Kemdikbud dan lembaga masyarakat sedang mengusun draft Perpres Sekolah Ramah Anak dan secara spesifik membuat pokja pendidikan anti kekerasan

“Saya baru diskusikan kemungkinan pendidikan anti kekerasan masuk dalam kegiatan. Pengenalan Lingkungan sekolah,” ungkapnya.(AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:kriminal,