Warga Moskow Protes Dirikan Patung Raksasa Vladimir

Warga Moskow Protes Dirikan Patung Raksasa Vladimir

Warga Moskow Protes Dirikan Patung Raksasa Vladimir

Moskow - Baru sekadar  rencana, warga Moskow sudah melakukan protes keras terhadap rencana pemerintah Rusia, yang akan membangun patung raksasa Vladimir The Great di Moskow.
 
Dikutip dari Guardian, Jumat (12/6/2015) patung yang direncanakan memiliki tinggi 24 meter tersebut akan diletakkan di Sparrow Hills, Moskow, tetapi warga kota menentang rencana itu. Mereka merasa keberadaan patung tersebut akan merusak pemandangan horizon kota. Warga pun bahkan membuat sebuah petisi untuk mempertegas penolakan mereka.
 
Vladimir The Great, adalah seorang figur yang penting bagi Rusia dan Ukraina. Dia adalah pemimpin Kristen Orthodoks pertama Kievan Rus, sebuah federasi bangsa-bangsa Slavia Timur. Sedangkan Kievan Rus saat ini diakui oleh Rusia, Ukraina dan Belarus sebagai leluhur mereka. Negara itu adalah cikalbakal Rusia modern.
 
Vladimir yang bergelar Pangeran Besar Kiev itu berkuasa pada 981 Maseshi, setelah saudaranya Yaropolk terbunuh. Dia diyakini menjadi penganut Kristen Orthodoks pada 1988 dan menandai dimulainya budaya Kristen Slavia.
 
"Terdapat perdebatan mengenai peran sejarah dari Ivan The Terrible, Joseph Stalin, bahkan Peter The Great. Namun dalam kasus Pangeran Vladimir, tidak diragukan lagi dia adalah tokoh yang positif,” kata pematung yang mengerjakan monumen itu Salavat Scherbakov.
 
Pendapat lain menganggap, pendirian monumen Vladimir memiliki motif politik, karena selain merupakan tokoh besar Rusia, sang pangeran juga merupakan sosok bersejarah bagi negara yang berkonflik dengan Rusia, Ukraina.
 
Pada awal pendirian negara Rus, pemerintahan Vladimir berbasis di Kiev. Presiden Ukraina Petro Poroshenko bahkan telah menetapkan tahun 2015 untuk diperingati sebagai hari jadi ke 1.000 pemimpin Ukraina Rus.
"Ya, keputusan ini bukanlah keputusan mengenai keindahan atau kebudayaan, tapi keputusan politik. Ini merupakan pesan kepada ibu kota Ukraina yang mengatakan, Vladimir adalah milik kami bukan kalian,” kata Editor Kepala Radio Ekho Moskvy, Alexei Venediktov.
 
Kontroversi yang beredar tersebut membuat usulan untuk meletakkan monumen di lokasi lain muncul. Scherbakov mengatakan, belum ada keputusan final yang dibuat, tapi dia mengakui ada lokasi lain yang mungkin lebih cocok untuk patung Vladimir. Paling penting baginya, karya besarnya itu mendapatkan tempat di Moskow. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,