Warga Bandung Mulai Nyekar Jelang Ramadan

Warga Bandung Mulai Nyekar Jelang Ramadan

Pedagang bunga laris manis saat musim nyekar jelang bulan Ramadhan. (Foto ADE/CikalNews)

Bandung – Memasuki bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari, aktifitas di TPU (Tempat Pemakaman Umum) mulai menggeliat oleh para peziarah yang hendak nyekar atau nadran. Seperti yang terlihat di TPU Cibarunay di daerah Sarijadi, Kota Bandung. Di kawasan ini, aktifitas mulai nampak. Hal ini tentu saja membawa keuntungan bagi pedagang bunga tabur dan petugas pembersih makam.

 

Menurut Iyang, pembersih makam di TPU Cibarunay, menjelang datangnya bulan Ramadan biasanya banyak orang nyekar ke kuburan untuk mendoakan orang tua, keluarga, atau sanak saudara yang sudah meninggal. Biasanya para pengunjung sudah sibuk berdatangan semenjak satu minggu sebelum bulan Ramadan.

 

“Banyaknya pengunjung yang datang ke makam untuk nyekar secara tidak langsung menambah pendapatan saya. Saat musim nyekar menjelang bulan Ramadan atau Idulftri biasanya pendapatan saya meningkat. Jumlah pendapatan bisa naik berkali lipat dari hari biasa. Sebab setiap keluarga yang nyekar selalu memberikan upah bersih-bersih makam relatif lumayan dari Rp. 10.000 hingga Rp. 25.000. Karenanya di musim nyekar ini sehari saya bisa mendapatkan lebih dari Rp. 500.000,” cerita Iyang di TPU Cibarunay, Kota Bandung, Jumat (12/6/2015).

 

Pengakuan serupa dikatakan pedagang bunga atau kembang tabur, Dewi, datangnya musim nyekar membuat omset dagangannya naik berkali lipat dibanding hari biasa.

 

“Saat musim nyekar menjelang bulan Ramadan, dan Idulfitri biasanya omset penjualan bunga saya meningkat drastis. Banyak tamu yang nyekar pasti membeli bunga yang saya jajakan. Omset bisa naik 3 kali lipat saat musim nyekar dibanding hari-hari biasa. Bunga dijual dengan harga bervariatif dari yang satu paket seharga Rp 5.000 hingga Rp. 25.000. Itu tergantung keluarga yang mau beli, kalau nyekarnya ke banyak makam, mungkin beli paket yang besar,” seru Dewi.

 

Selain menjual bunga tabur, para pedagang di sekitar makam juga turut menjual air untuk disiramkan ke makam. Konon katanya air itu bukan air biasa, karena air tersebut sudah diberikan doa pada pengajian. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,