12 Juta Warga Jabar Alami Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut

12 Juta Warga Jabar Alami Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut

12 Juta Warga Jabar Alami Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut

Bandung - Hasil Pemeriksaan Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan sebanyak 12,04 juta warga Jawa Barat atau 28 persen dari total 43 juta penduduk di provinsi itu mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut.

"Berdasarkan Pemeriksaan Kesehatan Dasar 2013, sekitar 28 persen dari penduduk Jabar mengalami masalah gigi dan mulut," kata Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Dr Nina Djustiana pada kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Bandung, Kamis (23/10/2014).

Dari hasil riset itu, kata dia, tingkat kesadaran memeriksakan kesehatan gigi harus terus ditingkatkan. Pasalnya dari 28 persen penduduk Jabar yang memiliki masalah kesehatan gigi itu, baru 33,4 persen yang memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi itu.

Menurut dia, Jabar memiliki jumlah dokter gigi yang cukup ideal. Berdasarkan data yang ada jumlah dokter gigi di provinsi itu sebanyak 3.920 dokter gigi sehingga rasionya satu dokter melayani 10.941 penduduk.

Mengacu pada indikator Indonesia Sehat 2010 setiap dokter gigi diharapkan melayani 10 ribu pasien, sehingga jumlah dokter gigi di Jabar mendekati cukup.

"Dari sisi jumlah sudah mencukupi, meski sebagian besar masuk di perkotaan," katanya.

Sementara itu, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang digelar di Bandung untuk yang kelima kalinya dipusatkan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad Rabu (22/10/2014) hingga Jumat (24/10/2014). Pada kegiatan itu masyarakat dapat melakukan konsultasi dan pemeriksaan gigi secara gratis.

Ketua Pelaksana BKGN acara tersebut, drg. Tenny Setiani, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk mendekatkan akses layanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat serta untuk memberikan informasi tentang pentingnya perawatan kesehatan gigi dan mulut.

BKGN 2014 memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat, berupa promotif, preventif, dan kuratif.

"Tujuannya menurunkan angka kejadian karies, karena memang sulit sekali diturunkan angka prevalensi karies ini. Artinya, memang harus lebih gencar lagi acara-acara dental health education," Tenny.

Berdasarkan Riskesdas 2013, salah satu permasalahan utama kesehatan gigi dan mulut yang ada di masyarakat adalah gigi berlubang (karies gigi).

Selain memberikan pelayanan berupa pemeriksaan dan perawatan gigi, BKGN 2014 juga memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya tindakan pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Layanan yang diberikan antara lain penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, latihan sikat gigi, serta konsultasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Adapun tindakan pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan meliputi penambalan sederhana, pencabutan tanpa komplikasi pada gigi sulung, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride atau fissure sealant.

"Dokter gigi yang terlibat adalah sebanyak 189 orang, koas dan mahasiswa FKG Unpad sebanyak 168 orang. Disamping itu, dilibatkan juga sejumlah perawat gigi dan tenaga kependidikan FKG Unpad lainnya," katanya.

BKGN juga diselenggarakan secara beruntun mulai Oktober hingga November 2014 di 18 Fakultas Kedokteran Gigi di seluruh Indonesia.

Acara itu terselenggara melalui kerja sama antara Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan PT Unilever Indonesia. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:kesehatan,