Kayu Balsa Asal Venezuela Bernilai EkonomiTinggi

Kayu Balsa Asal Venezuela Bernilai EkonomiTinggi

beginilah wujud kayu balsa yang mudah diolah jadi produk apapun. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung – SMA Muhammadiah Majalaya, Kabupaten Bandung sudah beberapa tahun ini membudidayakan kayu asal negara Amerika Latin, Venezuela, karena kayu ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Tak tanggung sekolah ini bekerjasama dengan warga Nagrek, Kabupaten Bandung membuka lahan 100 hektar, untuk ditanami kayu Balsa yang unik dan punya nilai ekonomis.

 

Menurut Guru Biologi SMA Muhammadiah Majalaya, Dindin Wachyudin, keunikan kayu balsa terlihat dari masa panen kayu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengankayu jenis lain.

 

“Kayu Balsa asal Venezuela ini bisa panen saat berumur 3 tahun. Kelebihan lainnya bisa tumbuh ideal di daerah 100 hingga 1.000 Dpl. Untuk dibuat kerajinan dan benda properti atau meubel kayu jenis ini juga tak kalah bagusnya dengan kayu Lame yang mudah diukir. Siswa kami rutin memproduksi wayang golek dari kayu Balsa, kayu ini enak untuk diukir dan dibentuk, bahkan pakai cutter pun bisa,” seru Dindin Wachyudin di Bandung belum lama ini.

 

Masalah harga, Dindin menjelaskan harga kayu ini  punya nilai ekonomis, untuk 1 kubik kayu Balsa bisa dibanderol Rp 300.000,-. Perbandingan menanam kayu jenis ini pun lebih bagus, luas 1 hektar saja bisa kita tanami kayu Balsa sebanyak 1.500 pohon.

 

“Uniknya kayu jenis ini bisa tumpang sari dengan tanaman lain, kebun di Nagrek saat ini kita lakukan dengan tumpang sari bersama sayur organic. Kayu Balsa yang sedang kita kembangkan saat ini adalah tanaman kayu yang menggunakan pupuk organic, jadi lebih bagus kualitasnya,” jelasnya.

Di negara Eropa dan Amerika, kayu Balsa banyak dijadikan barang hiasan dan benda arsitektur, karena kayu jenis ini mudah dipotong, disambung, dan ditempel. Bahkan untuk membuat kapal laut pun negara di Eropa banyak yang pakai kayu Balsa.

 

“Satu lagi keunikan kayu Balsa, yaitu bisa dijadikan anti peluru layaknya baju anti peluru berlapis baja. Kayu ini jika dilapisi suatu bahan kimia tertentu bisa keras layaknya sebuah besi baja, hal ini telah dilakukan penelitian oleh kampus ITB,” paparnya.

 

Sekolah yang punya visi Lingkungan Hejo, Masyarakat Ngejo, dan Pemerintah Nenjo mempunyai ambisi untuk mengembangkan kayu Balsa menjadi komoditi bernilai di Jawa Barat. Rencananya tanaman kayu ini kedepan akan dikembangkan dan ditanam di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung.

 

“Saat ini yang milik pribadi sekolah di Nagrek paling ada sekitar 12 hektar, sisanya itu gabungan milik warga. Ke depan kayu ini harus bisa menjadi komoditi masyarakat di Kabupaten Bandung untuk menambah penghasilan,” imbuhnya. (Jr.)**

 

 

.

Categories:Info Bisnis,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait