Cegah Radikalisme, BEM FT Unisba Gelar Diskusi

Cegah Radikalisme, BEM FT Unisba Gelar Diskusi

Kampus Universitas Islam Bandung.(Net)

Bandung - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Univeristas Islam Bandung (BEM FT Unisba) menggelar diskusi bertemakan "Reaktualisasi dan Revitalisasi Pancasila di Era Kontemporer", di Bandung, Senin (15/6/2015), sebagai upaya mencegah gerakan radikalisme bagi mahasiswa.

"Kegiatan ini juga diharapkan mampu menyadarkan tentang esensi dari Pancasila bagi para mahasiswa di Fakultas Teknis Unisba," kata Sekjen BEM Fakultas Teknik Unisba Ahmad Khairul Anwar.

Ia menuturkan, saat ini pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila sangat kurang malah cenderung monoton dan hedon.

"Teman-teman kita seolah acuh tak acuh terhadap Pancasila. Mereka lebih senang hidup hedon," kata dia.

Padahal, lanjut dia, Pancasila bisa menjadi benteng utama bagi mahasiswa terhadap faham-faham melenceng seperti radikalisme.

"Oleh karena itu, kami berupaya melakukan gerakan kecil untuk menanamkan nilai Pancasila ini. Dan itu dimulai dari lingkungan kampus," kata dia.

Ia menambahkan, forum diskusi tentang Pancasila tersebut rutin di lingkungan kampus dan luar kampus.

"Sebelumnya kita juga mengadakan diskusi serupa tapi tempatnya tidak di kampus, yakni di salah satu taman yang ada di Kota Bandung," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Amanat Mahasiswa FT Unisba Syahrir Mardani menambahkan Pancasila memiliki peran penting dalam kehidupan.

"Pancasila itu sangat penting sebagai landasan sebuah negara, untuk memberikan meluruskan esensi yang melenceng terhadap kehidupan. Disadari atau tidak Pancasila bisa mencegah kaum muda terjerumus pada gerakan radikalisme," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, Pancasila sebagai ideologi negara ini tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama salah satunya agama Islam.

"Kami pikir bukti bahwa Pancasila serasa dan sejalan dengan agama ialah poin 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Poin tersebut menjadi yang pertama dalam Pancasila," kata dia. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,