600 Anak Yatim dan Thalasemia Larut Bermain Angklung

600 Anak Yatim dan Thalasemia Larut Bermain Angklung

Ratusan Anak Yatim dan Thalasemia memainkan alat musik Angklung di Aula Bumi Sangkuriang di Jl Kiputih Bandung, Senin (15/6/2015).(Foto:Wa Ode)

Bandung- Gemerincing bunyi tetabuhan dan angklung membahana saat kaki melangkah masuk ke Aula Bumi Sangkuriang di Jl Kiputih Bandung, Senin (15/6/2015 siang. Ratusan anak yatim piatu dan penyandang thalasemia asik memainkan beberapa lagu di bawah  instruktur angklung dari Saung Angklung Udjo. 
 
Lagu "Bunda" karangan Melly Goeslaw berkumdang dalam balutan angklung secara sahdu dimainkan dengan apik . Lagu anak-anak pun serta lagu barat juga dimainkan dengan baik nyaris tanpa celah. "Bagaimana? Senang main angklung? Mau lagi anak-anak? Pertanyaan demi pertanyaan heboh dijawab dengan serentak bahwa para anak-anak yatim itu sungguh bahagia mampu memainkan alat musik tradisional angklung.
 
Membahagiakan anak yatim piatu dan penyandang thalasemia menjelang datangnya bulan suci Ramadan akhirnya terlaksana juga. Melalui acara "Munggah Bungah 3" mampu mengumpulkan sedikitnya 600 anak Yatim Piatu dan Penyandang Thalasemia di Bumi Sangkuriang Jl Kiputih Bandung.
 
Acara yang digagas dan dibangun oleh Yayasan Al Muttaqien dan Yayasan Al Madani bekerja sama dengan berbagai pihak itu mampu membahagiakan anak-anak yatim dari berbagai rumah singgah dan yatim piatu di Kota Bandung serta penyandang Thalasemia.
 
"Inilah makna dari acara ini, bagaimana membangun kreatifitas anak yatim dan penyandang thalasemia ini bisa bahagia, mereka ini diharapkan setelah acara ini bisa berkelanjutan, tidak berhenti di sini, karena itu kami berpikir akan melanjutkan minat dan sesuai hobi anak-anak ini, siapa tahu ke depannya mereka bisa besar dari kesenian yang dibangun sekarang," ujar Ersyad Muttaqien selaku Ketua Panitia Munggah Bungah 3 saat ditemui disela-sela acara. 
 
 
Ditambahkan oleh Adang M Tsauri, selaku Wakil Ketua Pelaksana, acara ini sudah memasuki yang ke 3 kalinya, setiap tahun temanya berubah. " Kita sesuaikan dengan kemampuan anak-anak yatim dan Thalasemia, apalagi khusus bagi Thalasemia ini benar-benar memerlukan perhatian khusus. " Alhamdulilah sejauh ini berjalan aman dan lancar, karena itu kita menghimbau pada para donatur untuk tetap memberikan dorongannya pada anak yatim dan thalasemia ini," kata Adang. 
 
Sedangkan Iva Lativah selaku pencari dana menambahkan, kami berterima kasih kepada semua sponsor yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. "Kedepannya kami harapkan Pemprov dan Pemkot Bandung dan daerah lainnya ikut terlibat langsung dan memberikan ruang dan waktu bagi anak-anak yatim dan thalasemia, karena mereka memang butuh bantuan," kata Iva. 
 
Di acara ini tak hanya memberikan kegiatan kesenian tetapi juga anak-anak ini juga tampil bermain teater, menari jaipong dan tari merak, menghafal alquran dan lain-lain. " Kita bangga dan ikut merinding saat menyaksikan anak-anak ini unjuk kabisa, mereka tidak malu-malu dan bersemangat mengekspresikan dirinya dalam kesenian," komentar Pak Anto salah seorang pengunjung. Anto juga memuji panitia yang mamu menggerakkan 600 anak yatim dalam satu kesatuan seni. sampai jumpa di Munggah Bungah ke 4 tahun depan.(Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,