Warga Jembrana Lepas Jenazah Angeline ke Banyuwangi

Warga Jembrana Lepas Jenazah Angeline ke Banyuwangi

Ambulans milik Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi)

Denpasar - Setelah sebelumnya sempat tertunda, jenazah Angeline akhirnya dipulangkan ke rumah ibu kandungnya di Banyuwangi, Jawa Timur untuk dimakamkan. Lantunan salawat mengiringi kepergian Angeline dari kamar jenazah RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. 
 
Sejumlah petugas dan warga memasukkan peti berisi jenazah bocah korban pembunuhan itu ke sebuah ambulans, yang telah menunggu di depan rumah sakit. Tepat pukul 15.45 Wita, peti jenazah meninggalkan rumah sakit. Ambulans milik Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) dan iring-iringan kendaraan lain pun menuju Pelabuhan Gilimanuk.

pada saat itu, tak ada upacara resmi pelepasan jenazah. Hanya ada doa umat lintas agama yang mengantar keberangkatan Angeline menuju peristirahatan terakhirnya di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam suasana duka yang menyelimuti, masyarakat Bali berdesak-desakan ingin menyaksikan secara langsung kepulangan Angeline, meski jasadnya sudah tersimpan di dalam peti.
 
Salah seorang perwakilan dari keluarga orangtua kandung Angeline, Misyal B Ahmad mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu menemukan Angeline, sejak dikabarkan hilang pada 16 Mei 2015 lalu. Meski kenyataan pahit harus dihadapi bocah 8 tahun itu, setelah dia ditemukan terkubur tak bernyawa di samping kandang ayam di rumah ibu angkatnya, Margriet Megawe atau Margareta.
 
"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menemukan Angeline. Khususnya bagi mereka yang sudah membantu proses dari awal sampai jenazah Angeline dipulangkan ini," kata Misyal di depan Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (16/6/2015).
 
Namun begitu, proses kepulangan Angeline itu sendiri bukan tanpa hambatan. Petugas pun sempat kesulitan karena peti mati untuk jenazah bocah itu belum tersedia. 
 
Dalam kondisi terdesak perwakilan dari Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) berteriak. "Ada uang Rp 1,4 juta tidak? Untuk membayar peti mati," teriaknya kepada warga lainnya. Akhirnya peti pun dibeli dengan uang bantuan dari Ikawangi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,