SMP PGRI Pacet Gratiskan Dua Kelas Siswa Tak Mampu

SMP PGRI Pacet Gratiskan Dua Kelas Siswa Tak Mampu

SMP PGRI Pacet, Kabupaten Bandung, Jl. Lembur Awi, Pacet. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung – Untuk membantu memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat tidak mampu di sekitar Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, SMP PGRI Pacet sengaja memberikan kuota sebanyak 2 kelas bagi siswa tidak mampu untuk mendapat pendidikan secara gratis. Masyarakat tinggal menyerahkan persyaratan pendaftaran dengan melampirkan akta kelahiran, kartu keluarga, surat keterangan tidak mampu, dan KTP.

 

Menurut Wakasek Kesiswaan SMP PGRI Pacet, Iip, sekolah gratis di PGRI kebijakannya tergantung yayasan. Jadi tidak semua sekolah PGRI menggratiskan sekolahnya.

 

“Kebijakan untuk menggratiskan sekolah itu tergantung sekolahnya, jika sekolah tersebut berada di daerah yang kebanyakan masyarakatnya kurang mampu bisa menggratiskan sekolah. Soalnya sekolah PGRI juga mendapat bantuan dari pemerintah baik BOS pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ungkap Iip belum lama ini kepada CikalNews

 

Iip menerangkan, untuk SMP PGRI Pacet, Kabupaten Bandung, pihaknya memberikan kesempatan sebanyak 2 kelas untuk sekolah gratis.

 

“Kita tahun ini untuk sekolah gratis punya 2 kelas, setiap kelas biasanya menampung siswa hingga 40 siswa. Meskipun pendidikan gratis namun kualitas pendidikan tetap terjaga, staf pengajar di sini semua sarjana pendidikan dengan bersertifikat professional,” terangnya.

 

Di tahun pelajaran 2015 PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI SMP PGRI Pacet, setiap siswa tidak mampu yang mendapat kesempatan sekolah gratis akan mendapat beberapa fasilitas. Seperti BKM (Bantuan Khusus Murid) bagi siswa miskin, dan mendapat buku serta seragam olahraga dan seragam batik gratis dari yayasan.

 

Meskipun sebagian besar siswa dan siswi di SMP PGRI Pacet berasal dari kalangan keluarga tidak mampu, namun prestasi murid di sana jangan dipandang sebelah mata. Banyak dari para murid berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

 

“Ekstrakurikuler di SMP PGRI baik bidang olahraga, Pramuka, dan yang lainnya sering berprestasi. Baik di tingkat kecamatan, kabupaten hingga ke provinsi,” kata Iip menutup perbincangan. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,