Sidang Kasus PDT PT Pos Berlangsung Alot

Sidang Kasus PDT PT Pos Berlangsung Alot

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Ketua Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi, Berton Sihotang  kembali menyidangkan 5 terdakwa, dugaan korupsi pengadaan Portable Data Terminal (PDT) di PT Pos Indonesia, yang diduga merugikan negara hingga Rp.9,4 miliar di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Kota Bandung Rabu (19/6/2015).

Pantauan CikalNews.com, sidang yang terkesan alot karena saksi berkali-kali ditanya hakim dengan nada tinggi, pasalnya jawaban yang diutarakan saksi tidak nyambung dengan pertanyaan hakim. Selain itu beberapa kali juga palu hakim diketuk kencang.

Kelima saksi yang dihadirkan JPU tersebut yaitu  Linda, Wandede selaku Direktur, Noah dan Antonius selaku importir, serta Bishop Arnol, Riky Ridwan.

Jaksa Penuntut Umum pun kena tegur akan hal ini. Majelis hakim menyatakan, JPU salah menghadirkan saksi. "Jaksa salah menghadirkan saksi",ujar Majelis Hakim Ketua.

Diberitakan sebelumnya, lima terdakwa yaitu  Budhi Setiawan Senior Vice President Teknologi Informasi PT.Pos Indonesia (Persero),Budi Setiawan Direktur Teknologi PT Pos Indonesa, Muhajrin Penanggungjawab Satuan Tugas (Satgas) pemeriksaan barang/pekerjaan pengadaan Portable Data Terminal, Effendi Christina Direktur PT Datindo Infonet Prima rekanan penyedia jasa (berkas terpisah), tersangkut kasus pengadaan jasa PDT di PT Pos Indonesia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,