Annas Maamun Keukeuh Bantah Tuduhan Suap

Annas Maamun Keukeuh Bantah Tuduhan Suap

Bandung - Gubernur nonaktif  Annas Maamun kembali duduk di kursi pesakitan, di ruang sidang Arjuna Tipikor, Pengadilan Negeri Jalan LRE Martadinata Kota Bandung, Rabu (17/6/2015). Sidang mengagendakan duplik, atas replik Penuntut Umum Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK).

Duplik yang dibacakan Penasihat Hukum (PH) terdakwa Sira Prayuna dan Rekan, pada intinya ada 3 poin yang diluruskan melalui duplik. Yakni pemberian uang 1,8 miliar adalah suap,menjadi poin utama.

Melalui penasihat hukumnya, Sira Prayuna mengatakan dalam setiap surat administratif menjadi gambaran dasar mengambil putusan dari instansi keuangan di Kepulauan Riau. Dirinya pun menegaskan, uang Rp 1,8 miliar tidak sempat diberikan sebagai mobilitas, karena Menteri Kehutanan sudah menjadi demisioner.

"Dalam SK 673, uang itulah yang dipakai dan dalam tempo dua minggu, Menteri Kehutanan sudah demisioner, sehingga belum sempat diberikan untuk biaya mobilitas," bebernya.

Sira juga membantah atas tuduhan JPU KPK yang menyatakan, terdakwa telah melakukan suap terhadap Gulat Emas Manurung untuk meloloskan kepentingan PT Duta Falma. "Tidak ada keterangan seorang saksi pun, yang mengatakan telah memberi uang kepada terdakwa. Terdakwa juga tidak merasa melakukan penyuapan terhadap Gulat Emas Manurung, seperti yang dituduhkan selama ini," paparnya.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Barita Lumban Gaol tersebut, akan digelar kembali pada tanggal (24/6/2015) dengan agenda vonis. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,