Ada Apa dengan Kiaracondong?

Ada Apa dengan Kiaracondong?

Pintu perlintasan Kereta di jl Kiaracondong, Bandung. (ist)

INGAT Bandung, maka akan teringat pula dengan segala keunikan yang dimilikinya. Pasalnya, kota yang akrab disebut “Parisj van Java” ini memang tak pernah ada habis-habisnya untuk dikupas dan diulas. Lihat saja bagaimana kemegahan Gedung Sate, kehistorisan Jalan Braga, keunikan perkedel bondon, hingga hal-hal lain yang ada di Bandung, semuanya menarik untuk diangkat ke permukaan.

Tak hanya itu, nama-nama tempat atau jalan di wilayah Kota Bandung, juga menjadi bagian yang menarik untuk diangkat ke permukaan. Sebut saja keberadaan Jalan Kiaracondong yang berada di antara Kelurahan Babakansari dan Kebonjayanti. Bagi orang Bandung, nama Kiaracondong mungkin sudah tak asing lagi di telinga mereka. Mungkin kondisi ini akan berbeda bagi kaum pendatang, begitu mendengar nama Kiaracondong, agak aneh mereka mendengarnya.

 

Namun pernah kah warga Kota Bandung menelusuri lebih jauh, sebenarnya apa itu artinya Kiaracondong. Bagi sesepuh yang sudah lama tinggal dan menetap di Kota Bandung, boleh jadi mereka sangat paham akan arti dari kata Kiaracondong tersebut. Tapi bagaimana jika hal ini ditanyakan kepada anak-anak muda Kota Bandung, apakah mereka bakal tahu apa itu Kiaracondong?

Bukan tidak mungkin mereka akan menggeleng-gelengkan kepala sebagai tanda ketidaktahuan  atas apa itu arti dari Kiaracondong. Padahal nama Kiaracondong tidak hadir begitu saja. Sebab pasti ada makna kenapa orang-orang dulu menyebut jalan yang cukup panjang dari perempatan Soekarno Hatta hingga pertigaan Cicadas ini dengan nama Kiaracondong.

 

Meski saat ini nama Jalan Kiaracondong sudah berganti menjadi Jalan Ibrahim Adjie, namun harus diakui kepopuleran nama Kiaracondong masih tetap terjaga. Warga Bandung masih senang menyebut Jalan Ibrahim Adjie dengan nama lamanya Jalan Kiaracondong. Karena apa? Sebab diakui atau tidak, Kiaracondong lebih lama melekat dalam ingatan mereka dibanding Ibrahim Adjie.

Lalu kenapa dulu orang menyebutnya dengan nama Kiaracondong? Berdasarkan penelusuran yang dilakukan CikalNews.com, penamaan jalan atau suatu daerah di Bandung dulunya seringkali dikaitkan dengan kebiasaan warga di daerah tersebut pada masa lampau. Atau bisa pula dikaitkan dengan hal-hal unik maupun yang dianggap istimewa di wilayah tersebut.

 

Konon kenapa dulunya orang menyebut dengan nama Kiaracondong, karena diketahui di kawasan tersebut terdapat cukup banyak pohon kiara yang posisinya miring atau dalam bahasa Sunda kerap disebut condong. Akhirnya warga sekitar pun menyebut daerah tersebut dengan nama Kiaracondong atau berasal dari istilah pohon kiara yang condong (miring).

Sebab itu, kendati saat ini nama Jalan Kiaracondong sudah diganti menjadi Jalan Ibrahim Adjie, namun tetap saja masyarakat Kota Bandung masih banyak yang menyebut jalan tersebut dengan nama Jalan Kiaracondong. Tak heran bila terjadi demikian, karena memang nama Kiaracondong sudah lama melekat di hati warga Koat Kembang. (AY)

.

Categories:Unik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait