Jokowi Hanyut dalam Konfik Kepentingan

Jokowi Hanyut dalam Konfik Kepentingan

Foto suasana panggung yang dipersiapkan untuk acara pengumuman menteri kabinet Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (22/10) malam.

Jakarta - Pembatalan pengumuman menteri di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu malam lalu membuktikan, Jokowi belum mampu meredakan konflik kepentingan dalam perumusan kabinet. Bahkan, dia pun tak bisa memastikan kapan diumumkan dan hanya bisa menyanggupi segera diumumkan.
 
Penilaian itu dikemukakan Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, di Jakarta Kamis (23/10/2014). Acara yang sudah dirancang di Pelabuhan Tanjung Priok itu diperkirakan akan dihadiri Jokowi mulai pukul 19.00 WIB.
 
Adapun tempat acara itu dilengkapi dengan pencahayaan lampu bertenaga ribuan watt. Makanan dalam porsi besar juga telah disiapkan. Namun, acara itu akhirnya dibatalkan. Semua tamu diminta bubar pukul 21.00 WIB. Wartawan dan petugas pelabuhan pun kebingungan, karena tak ada yang menjelaskan alasan pembatalan acara.
 
Diyakini, ada tarik-menarik kepentingan dalam penyusunan kabinet Jokowi-Jusuf Kalla. Pertimbangan memasukkan pimpinan partai politik dalam kabinet ditengarai lebih menonjol, sehingga finalisasi kabinet menjadi alot.
 
Di sisi lain, Siti Zuhro melihat Presiden Jokowi tidak menggunakan hak prerogatifnya secara maksimal dalam pembentukan kabinet. Prinsip presidensial tidak tampak dalam proses pembentukan kabinet pemerintahan Jokowi. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:nasional,