16 Juta Pekerja Informal di Jabar Belum Terdaftar di BPJS

16 Juta Pekerja Informal di Jabar Belum Terdaftar di BPJS

16 Juta Pekerja Informal di Jabar Belum Terdaftar di BPJS

Bandung - Sebanyak 16 juta pekerja formal atau informal di Jabar belum terdaftar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massasya.

"Ada sebanyak 18 juta tenaga kerja yang masuk baru 2,1 juta tenaga kerja artinya 16 jutaan belum tercover," kata Elvyn usai menggelar pertemuan dengan Gubernur Jabar membahas BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Sate, Bandung, Kamis (23/10/2014).

Ia menuturkan, angka sekitar 2,1 juta pekerja itu masih sangat jauh dari jumlah total perkerja yang ada di Jabar.

Ia menargetkan, sampai 2018 pekerja yang belum terdaftar itu seluruhnya akan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Target pada 2018 sudah siap, seluruh tenaga kerja di Jabar tercover BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

BPJS Ketenagakerjaan akan terus meningkatkan sosialisasi kepada perusahaan tentang pentingnya pekerja menjadi peserta BPJS.

"Kami sosialisasikan agar perusahaan bisa mempercayai asuransi ketenagakerjaannya kepada BPJS milik pemerintah ini," kata Elvyn.

Jika perusahaan belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan, kata Elvyn, maka perusahaan yang bersangkutan sesuai Undang-undang akan diberi sanksi.

Namun sebelum diberi sanksi, lanjut dia, BPJS terlebih dahulu mengingatkan agar karyawannya segera menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami memiliki kewenangan publik, salah satunya memberikan sanksi pencabutan pelayanan publik, izin, dan seterusnya, tapi kami harus laporkan dulu ke Pemprov karena kewenangan itu ada di Pemprov," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:kesehatan,