Karya Animasi Indonesia dalam Komik

Karya Animasi Indonesia dalam Komik

Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim bersama salah satu pemenang komik 'Cuma Indonesia" dalam peluncuran buku komik 'Cuma Indonesia'.(Cah Yati)

Bandung - Komik masih memiliki pangsa pasar yang cukup bagus, sayangnya komik yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh komik dari luar. Untuk membangkitkan karya anak bangsa Faber-Castell meluncurkan komik kompilasi “Cuma di Indonesia".
 
Komik yang merupakan karya-karya dari para pemenang lomba komik yang diadakan Faber-Castell dengan judul yang sama pada September-November tahun lalu ini, rencananya akan hadir menyapa pencinta komik, khususnya para penikmat komik asli Indonesia.
 
Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim mengatakan, bahwa pihaknya melalui komik ini berharap bisa membuka jalan bagi anak-anak muda untuk berani berkarya, membuat ide-ide orisinil dan berani menjadi seniman profesional yang mendunia.
 
“Dorongan untuk menjadi komikus di kalangan anak muda cukup tinggi, namun mereka terkadang terkendala dengan akses, untuk itu Faber-Castell dengan meluncurkan kompilasi dari karya-karya pemenang, kita berharap akan menjadi salah batu loncatan bagi mereka untuk berani dan akhirnya bisa berkarya lebih lanjut,” ujarnya dalam rilisnya, Kamis(18/6/2015).
 
Di dalam buku komik tersebut terdapat 66 karya dari 66 pemenang yang berasal dari 11 kota, dan di dalamnya banyak berisikan pesan-pesan moral, keunikan Indonesia dilihat dari sisi sosial kemasyarakatan dan budaya. Para pemenang ini berhasil menggambarkan hal-hal yang terjadi dalam keseharian di daerahnya menjadi sajian yang sederhana namun menarik, tambah Brand Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Fransiska Remila.
 
Fransiska mencontohkan, karya berjudul, Uniknya Bahasaku, karya Dewa A Sinta Wiranti asal SMAN 3 Denpasar, dalam karya tersebut, Dewa A. Sinta berusaha memaparkan Indonesia, yang merupakan negara kepulaan terbesar memiliki bahasa daerah yang beragam, terkadang ada istilah yang berbeda untuk benda atau objek yang sama, namun hal itu dapat dirangkum melalui bahasa persatuan, bahasa Indonesia.(AY)
.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,