Penembakan di Gereja AS Tewaskan Sembilan Orang

Penembakan di Gereja AS Tewaskan Sembilan Orang

Polisi berdiri di luar Gereja Emanuel AME menyusul penembakan Rabu, 17 Juni, 2015 , di Charleston , Carolina Selatan .

Charleston - Pihak aparat berwenang mengungkap adanya insiden penembakan di salah satu gereja bersejarah di Charleston, Carolina Selatan, Amerika Serikat (AS), yang menewaskan sembilan orang.
 
"Sedikitnya sembilan orang tewas dalampenembakan tersebut. Saya menduga ini adalah kejahatan rasial," kata Kepala Kepolisian Gregory Mulle. "Delapan orang dilaporkan tewas di tempat kejadian, sementara seorang lainnya dinyatakan meninggal di rumah sakit," tambahnya. 
 
Seperti dikutip dari USA Today, Kamis (18/6/2015), menurut informasi dari Walikota South Carolina, Joe Riley, korban adalah mereka yang tengah mengikuti doa di Gereja Emanuel African Methodist Episcopal (AME). "Tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Ini tindakan yang tak dapat dipercaya. Satu-satunya alasan seseorang bisa berjalan masuk ke gereja dan menembak orang tengah berdoa, adalah kebencian," tutur Riley.
 
Adapun Gereja Emanuel African Methodist Episcopal (AME), adalah rumah ibadah umat Kristiani tertua di wilayah selatan Amerika, dipimpin oleh Senator South Carolina Clementa Pinckney dari Partai Demokrat. Gereja ini merupakan salah satu yang memiliki jemaat kulit hitam tertua dan terbesar di selatan Baltimore, demikian menurut website AME.

Seorang pria bernama Denmark Vesey yang dieksekusi karena berusaha mengatur pemberontakan para manusia yang diperbudak di masa lalu, adalah salah satu pendirinya. "Pinckney diyakini berada di dalam saat penembakan terjadi," kata Senator Marlon Kimpson.
 
Peristiwa itu sendiri terjadi di sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Polisi Charleston mengatakan melalui Twitter, penembak masih buron alias berkeliaran. "Tersangka penembak adalah seorang pria kulit putih, dengan wajah tercukur bersih, berusia 20-an tahun, dan memiliki postur ramping. Dia mengenakan kaus abu-abu, celana jeans biru, dan sepatu bot," tegas polisi.

Berdasarkan gambaran yang didapat dari kamera CCTV di lokasi kejadian, kepolisian pun menyebarkannya pada masyarakat, dan meminta siapapun yang memiliki informasi terkait untuk menghubungi petugas 911. Selain polisi, FBI dan pendeta juga tengah berada di tempat kejadian. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:kriminal,