Murray Melaju Mulus di Queen's Club

Murray Melaju Mulus di Queen's Club

Andy Murray

London- Andy Murray melangkah lebih dekat untuk menyamai rekor raihan empat gelar di Queen's Club, ketika unggulan teratas itu menaklukkan Fernando Verdasco dengan skor 7-5, 6-4, ketika Grigor Dimitrov bergabung dalam daftar panjang bintang-bintang yang menjadi korban.

Ketika juara bertahan Dimitrov takluk 4-6, 6-7 (5/7) dari Giller Muller pada putaran kedua pada Kamis, Murray terhindar dari menjadi nama terbesar yang tersingkir melalui kemenangan dua set beruntunnya di ajang pemanasan Wimbledon itu.

Tersingkirnya Dimitrov di tangan petenis peringkat 48 dunia dari Luksemburg itu terjadi tidak lama setelah Rafael Nadal kalah secara mengejutkan dari petenis Ukraina Alexandr Dolgopolov, dan kekalahan juara Prancis Terbuka Stan Wawrinka dari Kevin Anderson.

Murray akan menghadapi Dimitrov pada perempat final yang dimainkan pada Jumat, maka serangkaian hasil mengejutkan yang telah terjadi membuat petenis peringkat ketiga dunia itu, yang kini memiliki rekor impresif 22-5 sepanjang karirnya di Queen's, menjadi favorit kuat untuk memenangi gelar menjelang pertemuannya dengan Muller.

Terakhir kali petenis 28 tahun itu meraih kesuksesan di Quen's adalah pada 2013 dan jika ia mengangkat trofi raksasa pada Minggu, ia akan bergabung dengan Boris Becker, John McEnroe, Andy Roddick, dan Lleyton Hewitt, pada daftar juara bersama turnamen ini.

"Fernando tentu saja merupakan petenis yang begitu kuat dan Anda tidak memiliki peluang untuk memainkan reli-reli. Namun ia tidak melakukan serve dengan begitu baik, maka itu memberi saya sedikit peluang," kata Murray.

"Saya sangat gembira dengan cara saya bergerak -- itu lebih baik daripada pertandingan pertama." Meski Verdasco pernah menekan kuat Murray, memenangi dua set sebelum kalah di lima set pada perempat final Wimbledon 2013, pria Skotlandia itu memenangi sepuluh dari 11 pertemuan mereka sebelumnya.

Murray mengawali dengan otoritas dari baselina dan mematahkan serve Verdasco pada game kedua.

Pukulan forehand yang mengenai net membuat petenis peringkat 42 dunia itu mendapat "break" pada game ketujuh, namun Murray tetap memiliki kekuatan dinamis dan memaksa petenis Spanyol itu melakukan serangkaian kesalahan yang membuatnya harus kalah pada set itu.

Benar-benar kehilangan semangat Verdasco meresponnya dengan lebih banyak memberikan kekuatan pada pukulan-pukulan groundstrokenya pada set kedua, dan Murray harus berputar penuh untuk kembali ke posisinya setelah menerima pukulan keras sebelum ia menghasilkan pukulan kemenangan.

Jika itu tidak membuat Ferdasco benar-benar kehilangan semangat, tindakan Murray untuk lolos dari game ktiga memastikan trik yang dilakukan petenis Skotlandia itu dari tertinggal 0-40 untuk menggenggam serve.

Menghadapi permainan bertahan yang bagus dari Murray, terlihat penurunan permainan Verdasco dan ia akhirnya menyerah dengan tiga kesalahan ganda pada serve game penentu di set kedua.

Kesuksesan Dimitrov di Queen's 12 bulan lalu dan asosiasi panjangnya dengan ajang ini, yang memberinya tiket wildcard saat ia masih remaja, membuat petenis peringkat 11 dunia ini mengklaim pada pekan ini bahwa ia merasa seperti "memiliki lapangan" ketika ia bermain di London barat.

Namun petenis Bulgaria 24 tahun ini tidak pernah mencapai final level tur sejak kemenangannya atas Feliciano Lopez di Queen's 12 bulan silam, dan ini merupakan kekecewaan terkini pada penampilannya di 2015.

"Ini merupakan kekalahan yang berat bagi saya," kata Dimitrov. "Tidak pernah mudah ketika Anda kehilangan gelar, namun itu adalah bagian dari permainan." "Saya akan beristirahat beberapa hari untuk mempersiapkan diri untuk Wimbledon dan saya yakin saya akan mampu mengubah beberapa hal." Pada Kamis malam, unggulan keempat asal Ceko Marin Cilic, juara AS Terbuka, juga tersingkir. Cilic kalah 7-6 (8/10), 2-6, 3-6 dari petenis Serbia Viktor Troicki.

John Isner memenangi pertarungan antara pemilik serve keras ketika petenis AS itu menang atas "runner up" Queen's tahun lalu Feliciano Lopez dengan skor 7-6 (7/5), 6-7 (9/11), 7-6 (7/4).

Isner, yang memenangi pertandingan terpanjang di sejarah tenis melawan Nicolas Mahut di Wimbledon pada 2010, melepaskan 36 ace -- penampilan terbaiknya pada pertandingan tiga set ini -- untuk mengatasi 29 ace milik Lopez.

Petenis AS itu selanjutnya akan berhadapan dengan Troicki untuk memperebutkan satu tempat di semifinal. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,