Pabrik Sabun Herbal Tak Berijin Disegel

Pabrik Sabun Herbal Tak Berijin Disegel

Pabrik kosmetik rumahan tak berijin di segel kepolisian Polrestabes Bandung, Jalan Margacinta no 190 Kel Margaasih Kecamatan Buah Batu Jumat siang (19/6/2015).

Bandung - Santi Sriyunita, pemilik pabrik sabun herbal hanya bisa pasrah saat pihak kepolisian melakukan penyegelan tempat usahanya di Jalan Margacinta No. 190 Rt 05/02, Kelurahan Margaasih, Kecamatan Buahbatu Kota Bandung.

Penyegelan dilakukan oleh pihak kepolisian Polrestabes Bandung dengan alasan, hasil produksi berupa hand body, sabun muka dan minyak urut  tidak memenuhi standar mutu. Produksi itupun tidak memiliki ijin edar alias ilegal dari Kementerian Kesehatan.

Wanita berumur 39 tahun itu mengaku, memang belum mengurus perijinan usahanya karena terbentur dana. "Saya bukannya tidak mau mengurus ijin, usaha saya belum begitu berkembang jadi saya urus yang penting - penting dulu. Mengurus perijinan itu tidak mudah membutuhkan waktu yang lama," bebernya kepada wartawan di lokasi penyegelan.

Dirinya menjelaskan, mengenai campuran yang digunakan dalam sabun produksinya memang menggunakan bahan kimia NAOH. "Semua sabun pasti pakai bahan kimia NAOH bisa dicek, jadi tidak saya saja yang bikin sabun berbahan baku seperti itu. Saya produksi berbagai sabun herbal dari tahun 2005," jelasnya.

Santi menuturkan, per bulannya tempat produksi yang dimilikinya ini bisa memproduksi 7.000 butir sabun, yang siap dipasok ke pasaran. "Masalah omzet fluktuatif, tapi per bulannya saya bisa produksi sabun 7.000 butir dengan jumlah pekerja 8 orang," paparnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah memasang garis Police Line di lokasi produksi kosmetika rumahan tersebut. Pemilik pabrik dijerat Pasal 196 dan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan serta Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun dan denda 500.000.000 rupiah. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,