Koperasi Simpan Pinjam Didorong Terintegrasi Online

Koperasi Simpan Pinjam Didorong Terintegrasi Online

Bandung - Dinas Koperasi dan UMKM Jabar mendorong Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KSP/KJKS) di provinsi itu terintegrasi dalam sistem monitoring dan evaluasi secara online.

"Pemerintah mendorong agar KSP dan KJKS terintegrasi online ke sistem monitoring dan evaluasi yang telah difasilitasi oleh Kementerian Koperasi, karena itu akan mendorong kinerja koperasi," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM di Bandung, Jumat (19/6/2015).

Menurut dia, upaya tersebut dalam rangka mendorong revitalisasi koperasi yang terintegrasi dan didukung teknologi sehingga tercipta sebuah kinerja yang bagus dan tertib administrasi.

Anton menyebutkan KSP Online yang digulirkan pemerintah merupakan upaya meningkatkan kinerja dan mengembalikan peran koperasi, khususnya yang bergerak dalam bidang simpan pinjam.

Melalui modernisasi tersebut, menurut dia, neraca rugi laba dan laporan kas KSP/KJKS akan bisa diakses secara online.

"Mantinya secara bertahap seluruh KSP/KJKS akan menerapkan konsep KSP modern tersebut untuk meningkatkan daya saing menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," katanya.

Saat ini telah ada sejumlah koperasi yang terjalin ke sistem dan program itu, namun sebagian besar masih melakukan laporan setelah RUPS, padahal idealnya laporan kinerja sebulan sekali.

"Persoalannya belum semua KSP memiliki perangkat yang memadai, selain itu SDM-nya juga masih perlu ditingkatkan. Tugas ke depan meningkatkan kemampuan SDM dulu," katanya.

Sementara itu sejumlah KSP dan KJKS di Kota Bandung akan menjadi pilot project sistem KPS Online tersebut.

"Setiap KSP itu akan diberi perangkat software untuk bisa terintegrasi ke KSP Online milik Kementerian Koperasi. SDM-nya juga akan dilatih untuk bisa mengoperasikan softeare dan masuk ke jaringan itu," kata Anton.

Saat ini jumlah KJKS dan USP/UJKS mencapai 110.079 unit dengan total aset Rp87,28 triliun dan melayani 18,9 juta orang. Jumlah KSP secara terpisah mencapai 10.838 unit beranggotakan 3,052 juta orang dan memiliki aset Rp24,20 triliun. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,