Penumpang KA Ciremai Ekspres 'Terancam' Tol Cipali

Penumpang KA Ciremai Ekspres 'Terancam' Tol Cipali

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung  - Jumlah penumpang Kereta Api (KA) Ciremai Ekspres rute Bandung - Cirebon terancam berkurang, akibat dibukanya Tol Cikampek - Palimanan (Cipali) yang mengakses ke Tol Purwakarta - Bandung - Cileunyi (Purbaleunyi), Jawa Barat.

"Dampaknya pasti ada pada penumpang, tapi dalam beberapa hari terakhir belum banyak berpengaruh terhadap jumlah penumpang KA Ciremai Ekspres," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT KA Daerah Operasi (Daop) II Bandung, Zunerfin, di Bandung, Minggu (21/6/2015).

Ia menyebutkan, saat ini KA Ciremei Ekspres yang melintasi Cikampek beroperasi dua kali per hari, yakni pemberangkatan dari Bandung menuju Cirebon pukul 09.45 WIB dan pukul 19.45 WIB. Jumlah penumpang (okupansi) di kedua KA itu rata-rata terisi sekira 60 persen. "Okupansi KA Ciremai Ekspres memang tidak terlalu besar, namun stabil di kisaran 60 persen," kata Zunerfin.

KA Ciremai Ekspress yang mulai beroperasi 28 September 2013, bertepatan hari ulang tahun ke-68 PT Kereta Api Indonesia (Persero) itu menyediakan kelas eksekutif dan ekonomi AC berdaya angkut total 350 penumpang, dan menempuh perjalanan sekira lima jam.

Dibukanya Tol Cipali yang terhubung ke Tol Cipularang, ia menyatakan, memungkinkan arus lalu lintas darat khususnya jalan tol dari Bandung ke Cirebon meningkat. Termasuk akan munculnya rute-rute angkutan travel dalam beberapa bulan ke depan sebagai pilihan para penumpang angkutan umum. 

"Saya kira segmennya akan beda, meski demikian kami akan melakukan antisipasi melalui beberapa program. Kami akan menyiapkan programnya untuk tetap memberikan pelayanan kepada penumpang KA itu," kata Zunerfin.

Dari ukuran waktu tempuh, Bandung - Cirebon via Cipali sekira 3,5 jam dengan kecepatan rata-rata 100 km per jam di lintas 116 km itu, sehingga akan menjadi pilihan penumpang. Selain itu, penumpang yang biasa menggunakan jalur Bandung - Sumedang - Majalengka - Cirebon bisa beralih ke jalur Tol Cipali. "Sejauh ini operasional KA Ciremai masih normal, dan diharapkan tetap memiliki segmen pasar," ujarnya. 

Namun, PT KA memiliki pengalaman buruk anjloknya jumlah penumpang KA Parahyangan Bandung - Jakarta (Gambir) saat dibukanya Tol Cipularang pada 2005. Padahal, KA Parahyangan saat itu jumlah penumpangnya berada di posisi puncak. (Ode)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:daerah,