Petani Lembang Beli Air untuk Kebutuhan Tanaman

Petani Lembang Beli Air untuk Kebutuhan Tanaman

Ilustrasi, Petani menyiram tanaman.

Bandung - Petani di kawasan sentra sayuran Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mulai kesulitan air memasuki awal kemarau sehingga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan areal tanamannya.

"Untuk memenuhi kadar air pada tanaman, saya harus membeli air," kata Asep Ape petani sayuran di Kampung Cicalung, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Minggu (21/6/2015).

Ia mengatakan, air yang harus dibelinya seharga Rp1.500 per 40 liter dari pemasok air yang biasa datang ke Lembang.

Kebutuhan air untuk satu kali siram, kata dia, menghabiskan seribu liter air untuk jarak waktu siram biasanya dua hari sekali.

"Penyiraman dilakukan tak tentu, biasa memerlukan seribu liter air untuk satu kali menyiram, biasanya dua hari sekali harus disiram," katanya.

Ia mengatakan, kondisi sulit air di lahan pertanian Kampung Cicalung sudah terjadi sebulan lalu atau sejak tidak turun hujan.

Menurut dia, jika lahan pertanian tidak terpenuhi kebutuhan airnya maka akan terjadi gagal tanam bahkan panen.

"Seperti sekarang saja daun-daun pada tanaman cabai terlihat warna hijau muda karena kekurangan air," kata Asep.

Selain tanaman cabai, kata dia, jenis tanaman lainnya yakni tomat dan burkol diperkirakan hasil panennya tidak maksimal akibat kekurangan air.

"Kondisi seperti ini juga kemungkinan harganya tidak akan naik, karena bisa saja daerah lain kelebihan pasokan berbagai jenis sayuran sehingga harga stabil," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,