Jelang Buka Puasa Langit Jakarta Dihiasi Hujan Meteor?

Jelang Buka Puasa Langit Jakarta Dihiasi Hujan Meteor?

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Dunia maya heboh dengan kabar munculnya beberapa foto yang memperlihatkan sebuah meteor melintas di langit Jakarta pada hari Minggu petang. Dikabarkan tidak hanya satu orang yang sempat melihat fenomena tersebut, tetapi banyak juga yang menyaksikan.
 
Salah seorang saksi mengaku, dirinya melihat benda diduga meteor tersebut, jatuh di langit Jakarta Timur. Kejadian itu berlangsung saat maghrib, menjelang berbuka puasa. Awalnya, pria itu hanya ingin mengambil gambar bulan sabit di tengah langit yang kemerah-merahan.

"Pada saat itu, saya sedang berada di wilayah Duren Sawit, sedang berhenti untuk membatalkan puasa di sebuah warung. Usai buka puasa, saya melihat ke atas ada pesawat bergerak seolah ingin mendarat. Saya foto, tetapi kemudian hasilnya hanya ada percikan api seperti meteor. Justru pesawatnya tidak tertangkap dalam gambar itu," katanya.

Dia pun kemudian memperlihatkan hasil tangkapan gambar yang diambilnya dengan menggunakan smartphone. Tidak terlihat sama sekali pesawat dalam gambar itu, hanya percikan api yang bergerak turun, seperti sebuah meteor.

Sementara itu, salah seorang pengguna Facebook bernama Armydian Kurniawan mengaku melihat benda diduga meteor tersebut juga jatuh di langit Jakarta sebelah utara. Kejadian itu berlangsung saat maghrib.

Komentar mengenai video yang diduga meteor yang dipostingnya di Facebook,  tidak bisa menjelaskan fenomena apa yang terjadi. Hanya, komentar yang ditulis teman-temannya banyak yang menduga jika itu adalah meteor, atau satelit jatuh.

Seperti diberitakan sebelumnya,  fenomena alam yang cukup menarik itupun terjadi beberapa bulan lalu, yakni hujan meteor Quadrantid, yang terletak di antara rasi bintang Bootes. Bintang ini biasa akan muncul pada awal tahun.

Dilansir Science Time, hujan meteor itu akan muncul , namun sayangnya penglihatan terhadap hujan meteor itu sangat terbatas di Amerika. Pasalnya, akan terjadi bulan purnama di saat yang sama, sehingga pada saat malam hari langit akan terlihat sangat terang, yang mengganggu jarak pandang

Quadrantid sendiri tidak mencerminkan nama yang sama dengan konstelasinya. Quadrantid dinamai sejak abad 18 lalu. Saat itu ada konstelasi di area yang sama bernama Quadran Muralis. Pola bintang ini ditemukan oleh astronom J.J Lalander pada 1795.

Hujan meteor itu sendiri dilaporkan muncul pertama kali pada 1825. Namun baru pada 1830 para astronom di Eropa dan Amerika baru memperhatikan meteor itu. Beberapa ilmuwan percaya jika hujan meteor tersebut merupakan jejak peninggalan komet yang telah punah. Komet itu pernah direkam keberadaannya oleh astronom Korea dan Jepang pada 1490-1491.

Pada 2013, astronom NASA, Peter Jennikens menemukan asteroid yang berada di orbit yang sama dengan munculnya Quadrantid. Asteroid itu bernama 2003 EH1. Namun ilmuwan lain percaya jika asteroid itu juga berasal dari bagian komet yang telah terbelah.

Jika meteor itu kurang bisa dilihat tahun ini, mungkin kemunculannya bisa dilihat pada 2016 saat kondisi langit gelap. Namun jika masih ingin melihat Quadrantid, NASA menyarankan para penikmat alam untuk mencari daerah dengan langit yang lebih gelap. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:unik,