Berbalik, Advokat Bali Tak Miris Ancaman Hotma Sitompul

Berbalik, Advokat Bali Tak Miris Ancaman Hotma Sitompul

Pengacara Hotma Sitompoel, memberikan keterangan pers bersama kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe (kanan).(Foto:Tempo)

Denpassar - Berbagai ancaman yang dilontarkan oleh pengacara Margriet Megawe, Hotma Sitompul, sama sekali tidak membuat miris Solidaritas Masyarakat Bali for Engeline (Simbol Bali). Organisasi kumpulan advokat dan aktivis itu justru mengancam balik Hotma, yang sesumbar akan memperkarakan siapa pun yang ikut mengomentari tentang perkara pembunuhan Engeline.
 
"Kami tidak akan gentar dengan model ancaman yang dilayangkan oleh kuasa hukum tersangka Margriet Megawe, Hotma Sitompul," kata Koordinator Simbol Bali I Made Suardana usai bertemu Kapolda Bali, Senin (22/6/2015). 

Pengacara tersohor di Bali itu menegaskan, usaha untuk membantu penuntasan kasus tewasnya bocah cilik berusia 8 tahun tersebut adalah panggilan hati. Oleh karena itu, tak ada yang boleh melarang seenaknya, apalagi mengancam-ancam segala. "Kami tidak akan pernah berhenti untuk melangkah dengan ancaman tersebut," kata Suardana. 
 
Hotma Sitompul menebar ancaman terhadap siapa saja yang berbicara dalam kasus Engeline tanpa fakta dan bukti. Hotma tak segan menuntut mereka secara hukum. "Saya memang suka bertengkar dengan orang yang bicara tidak berdasar fakta, orang yang hanya cari panggung," kata Hotma.

Ia menilai, banyak pihak seperti Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait Arist, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A), dan lainnya yang terlalu banyak menduga-duga. Bahkan, dia juga meragukan keterangan para saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik. "Saya mau memperingatkan kepada orang banyak, bicara ada fakta ada bukti. Semua pihak," katanya.

Seperti diberitakan, Engeline, bocah perempuan berusia 8 tahun itu dilaporkan hilang sejak 16 Mei 2015e lalu. Hingga akhirnya pada Rabu 10 Juni polisi menemukan Engeline dikubur di halaman belakangan rumah ibu asuhnya, Margriet, di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, dalam kondisi meninggal. Jasad bocah itu pun ditemukan mengenaskan.

Sejauh ini, pihak kepolisian baru menetapkan Agus Tae Andamai sebagai tersangka pembunuhan Engeline. Sedangkan sang ibu angkat, Margriet Christina Megawe, baru dijadikan sebagai  tersangka  atas kasus penelantaran anak. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kriminal,