450 Jiwa di Pakistan Melayang karena Kepanasan

450 Jiwa di Pakistan Melayang karena Kepanasan

Seorang relawan melakukan pendataan jenazah para korban gelombang panas di pakistan. (getty)

Islamabad - Gelombang panas yang melanda Pakistan sedikitnya telah menelan korban hingga 450 jiwa. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, sejalan dengan terus meningkatnya suhu udara di negara itu.
 
Dikutip dari BBC, Selasa (23/6/2015) gelombang panas yang melanda Provinsi Sindh sejak akhir pekan lalu telah merenggut nyawa 445 orang.  Sedangkan sebanyak 301 dari korban tewas dilaporkan di Karachi.

Suhu di wilayah itu tercatat mencapai 43 derajat Celsius pada awal pekan ini. Bencana tersebut telah menimbulkan kekacauan dan memicu diterapkannya kondisi darurat di beberapa rumah sakit khususnya di wilayah Karachi.

Tiga rumah sakit negara mengonfirmasi kematian warga hingga Senin mencapai 341 orang. Sementara beberapa rumah sakit lainnya turut melaporkan korban jiwa akibat gelombang panas itu.

"Kami menerima hampir 200 korban jiwa akibat gelombang panas tersebut," kata  pengawas medis Rumah Sakit Jinnah, Seemi Jamali. "200 jasad ini merupakan warga yang tidak tahan dengan panas. Namun ada sebagian dari warga yang tewas di saat menjalani perawatan," ujarnya.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit sudah merawat sekitar 3.000 orang yang sakit karena terpapar sinar matahari. Sementara dokter di Rumah Sakit Abbasi Shaheed mengatakan, Senin 71 orang warga tewas akibat gelombang panas.

Sejauh ini Pemerintah Provinsi Sindh sudah menerapkan keadaan darurat di seluruh rumah sakit. Para dokter juga dilarang untuk meninggalkan rumah sakit dan terus menambahkan pasokan obat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,