Sembilan Perwakilan Taksi Tolak Keberadaan Uber

Sembilan Perwakilan Taksi Tolak Keberadaan Uber

Sumber Foto: Tempo

Bandung - Sembilan perwakilan perusahaan taksi yang tergabung dalam Organda (Organisasi Angkutan Darat) Kota Bandung,  mendatangi Mapolrestabes Bandung, Selasa siang (23/6/2015).

Mereka melaporkan keberadaan taksi Uber di Kota Bandung, yang dirasakan meresahkan para pengusaha taksi lainnya.

Gatot selaku perwakilan taksi Blue Bird mengatakan, taksi Uber menjatuhkan tarif harga (argo) dari yang sudah ada. Selain itu taksi tersebut juga bermasalah dalam hal pajak dan perizinan.

"Kami bukan permasalahkan. Kami tidak masalah soal ubernya, tapi ini masalah penekan tarif harga yang lebih murah. Mereka juga tidak mengikuti aturan Organda yang berlaku di Kota Bandung," ungkapnya kepada wartawan.

  Dia menjelaskan, hingga saat ini jumlah taksi Uber yang beroperasi di Kota Bandung ada 50 unit, dengan cara pemesanan taksi yang dianggap melanggar yaitu menggunakan sistem online.

"Pemesanan taksi ini menggunakan sistem online, melalui android juga bisa dengan mendownload aplikasinya lalu memesan. Taksi pun langsung datang ke lokasi pemesan," bebernya.

Namun dalam hal ini, taksi Uber tidak diketahui keberadaannya ada beberapa kasus yang menyangkut taksi ilegal ini, yang sebelumnya pernah ada di luar negeri

"Ada beberapa kasus yang menyangkut taksi Uber ini, contohnya pemerkosaan di dalam taksi tersebut di India, San Fransisco, dan Jerman," paparnya.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, banyak sopir dari berbagai perusahaan taksi yang tergiur dengan komisi dari taksi Uber ini, sehingga mereka lebih memilih pindah ke taksi Uber tersebut. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,