Perlambatan Ekonomi Jabar Capai Titik Terendah

Bandung - Perlambatan perekonomian Jabar pada triwulan I 2015 mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir, kata Pemimpin Bank Indonesia Jawa Barat Rosmaya Hadi di Bandung, Rabu (24/6/2015).

"Berdasarkan survei Kegiatan Dunia Usaha, perekonomian Jabar terjadi perlambatan pada triwulan I 2015 dan pertengahan triwulan II, bahkan terendah sejak 2009," kata Rosmaya.

Menurut dia hal itu tercermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) triwulan I 2015 sebesar -12,53 persen lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2014 sebesar 12,96 persen.

Rosmaya memaparkan, dari sembilan sektor kegiatan usaha, perlambatan usaha terjadi pada sektor industri pengolahan, perdagangan dan restoran, pertmabangan dan bangunan.

Ia menyebutkan, perlambatan perekonomian Jabar pada triwulan pertama itu berpengaruh kepada perlambatan penjualan properti residensial. Laju KPR terjadi penurunan, meski secara umum perkembangan harga proprerti residensil di Kota Bandung mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Namun laju kenaikan harga properti rsidensial di Kota Kembang menunjukkan perlambatan sebesar 0,9 persen dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 2,6 persen.

"Namun ke depan tingkat penjualan properti residensial diperkiarakan akan meningkat seiring kebijakan relaksasi LTV yang ditempuh BI," katanya.

Sedangkan dari sisi perkembangan properti komersiap, pada triwulan I pasokan seluruh properti komersial sewa maupun jual di Kota Bandung tidak mengalami perubahan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Rosmaya menyebutkan, di tengah perlambatan aktivitas perekonomian di Jabar, persepsi keyakinan konsumen masih cukup positif dari indeks penjualan riil (IPR) Maret 2015 sebesar 228,5 atau meningkat dibanding IPR Februari sebesar 223,4.

"Saat ini masyarakat masih cenderung menunda konsumsi mereka, karena cenderung konsentrasi pada sektor pendidikan atau kesehatan," katanya.

Namun menurut dia, ke depan pelaku usaha akan membaik seiring penyerapan tenaga kerja dan investasi diperkirakan akan membaik pada akhir triwulan II 2015.

"Ke depan pelaku usaha akan berangsur membaik seiring meningkatnya order kepada sektor industri pengolahan dan PHR untuk memenuhi meningkatnya permintaan measuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri serta meningkatnya belanja pemerintah," kata Pemimpin BI Jabar itu menambahkan. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:bandung,