Operasi di 5 Titik Jaring Pengemis dan Anak Punk

Operasi di 5 Titik Jaring Pengemis dan Anak Punk

Ilustrasi Foto - Net

Bandung - Operasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) digelar Dinas Sosial Kota Bandung, dibantu TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja di 5 titik rawan PMKS. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kondusifitas di bulan Ramadan.

Hal tersebut diungkapkan  Medi Mahendra, selaku Sekertaris Dinas Sosial Kota Bandung kepada wartawan di Makodim TNI AD, Jalan Gudang Utara Kota Bandung, Kamis (25/6/2015) malam.

"Kami menggelar operasi sudah 3 hari, Senin dijaring sedikitnya 29 orang PMKS yang didominasi oleh anak - anak punk, Selasa 34 orang yang didominasi oleh Gepeng, Rabu 34 orang dan hari ini 26 orang. Rencananya operasi ini akan kita gelar 1 pekan," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, akhir - akhir ini banyak warga yang mengeluhkan soal keberadaan PMKS di jalanan. Dengan kegiatan tersebut diharapkan menjadi shock terapi bagi para PMKS, agar tidak berkeliaran di jalanan. "Mudah mudahan, operasi seperti ini menjadi media sosialisasi bagi PMKS sendiri," imbuhnya.

Menurut Medi, PMKS rata - rata bukan warga Kota Bandung,sehingga pihak dinas sosial sendiri telah menyiapkan berbagai program bagi para PMKS yang tertangkap berkeliaran di jalanan. "Solusi yang dilakukan kami berikan pelatihan sosial, mudah-mudahan bisa menjadi sebuah jalan keluar yang baik bagi mereka," paparnya.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan PMKS yang terjaring dalam operasi hari ini tengah didata oleh pihak Dinas Sosial Kota Bandung. Bagi PMKS yang ada keluarganya dikembalikan kepada keluarganya. Sedangkan yang tidak memiliki keluarga akan dibina di panti sosial. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,