Meningkat Peredaran Makanan Kadaluarsa Jelang Lebaran

Meningkat Peredaran Makanan Kadaluarsa Jelang Lebaran

Ilustrasi Foto - Net

Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sedikitnya Rp 6 miliar makanan kadaluarsa dan ilegal beredar di masyarakat, selama awal Ramadan. Data tersebut dikumpulkan sampai Rabu, 24 Juni 2015. 

"Setiap hari selalu kita awasi untuk identifikasi pengawasan pangan. Hingga kemarin, nilai keekonomiannya sampai Rp 6 miliar. Produk kadaluarsa mencapai 65 persen, 30 persen ilegal dan lima persennya rusak,"  kata Roy Alexander Sparingga, Kepala BPOM di Gedung BPOM Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Berkaca dari tahun sebelumnya, makanan illegal akan lebih menjamur di hari mendekati Idul Fitri. Tahun 2014, BPOM menemukan angka yang cukup fantastis untuk hal itu. "Trend tahun lalu didominasi oleh makanan illegal. Tahun lalu sampai 77 persen panganan illegal yang nilainya sampai Rp 50 miliar," ujarnya.

Ia tak bosan mengajak masyarakat untuk memperhatikan tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan. Roy pun mengimbau masyarakat tidak ragu untuk melapor ke BPOM, apabila menemukan makanan yang patut dicurigai. "Lapor saja, kami sudah ada contact center," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:kesehatan,