Obama Diperingatkan Tidak Mengalah pada Iran

Obama Diperingatkan Tidak Mengalah pada Iran

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Mantan penasehat senior Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan kekhawatiran terhadap kesepakatan yang akan muncul antara kekuatan dunia dan Iran terkait program nuklirnya.
 
Dalam sebuah surat terbuka, ahli keamanan dan kebijakan luar negeri mengatakan persetujuan itu gagal memenuhi standar pemerintah sendiri dalam hal kesepakatan "yang baik".
Mereka mendesak lebih sedikit konsesi dalam pemeriksaan nuklir internasional dan kegiatan penelitian serta pengembangan.
 
Di antara pihak-pihak yang menyatakan kekhawatirannya adalah penasehat Obama soal Iran, Dennis Ross, mantan direktur CIA David Petraeus dan mantan tim perunding AS dengan Iran, Robert Einhorn.
Penerbitan surat tersebut dilakukan sementara batas akhir kesepakatan akhir semakin dekat.
 
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan rekannya dari Iran Mohammad Javad Zarif akan terbang ke ibukota Austria, Wina pada hari Jumat (26 Juni) untuk menggabungkan diri dalam perundingan yang kemungkinan akan berlanjut sampai tanggal 30 Juni.(Ode)**
 
Kelompok yang dinamakan P5+1 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina dan Rusia ditambah Jerman, menginginkan pembatasan kegiatan nuklir peka Iran untuk memastikan negara itu tidak bisa membuat senjata nuklir dalam waktu cepat.
 
Iran yang menginginkan pencabutan sanksi sebagai imbalannya, menegaskan kegiatan nuklirnya untuk tujuan damai.(Ode)**
.

Categories:Internasional,
Tags:perang,