Dua Alasan Pemecahan Rekor Film Terjadi pada 2015

Dua Alasan Pemecahan Rekor Film Terjadi pada 2015

Salah satu adegan dalam film "Jurassic World"

Hanya 13 hari setelah diputar pertama kali di bioskop, film "Jurassic World" mendulang US$1 miliar atau Rp13,3 triliun. Hal itu menjadikan "Jurassic World "sebagai film tercepat sepanjang sejarah yang bisa meraih 1 miliar dolar AS.
 
“Jurassic World" mengejutkan semua orang,” kata Keith Symonton, editor senior film dari Internet Movie Data Base (IMDB).
Rumah produksi Universal, kata Symonton, semula memperkirakan film yang dibintangi Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard itu hanya bisa meraup setengah dari jumlah yang didapat saat ini.
“Posisi yang dicapai film itu sekarang tidak diperhitungkan nyaris semua orang,” katanya.
 
Namun, "Jurassic World" bukan film pertama yang menembus 1 miliar dolar. Tahun ini, film "Avengers; Age of Ultron" dan "Fast and Furious 7" juga mencapai hasil serupa. Perolehan tersebut sama sekali belum bisa dibayangkan beberapa tahun lalu.
 
Lalu, apa alasannya sehingga 2015 menjadi tahun pemecahan rekor industri film?
Jawaban pertama ialah inflasi.
Harga karcis bioskop di Amerika Serikat rata-rata 8,17 juta dolar  atau Rp108.927. Nilai itu nyaris dua kali lipat dari harga karcis bioskop saat film Jurassic Park pertama diputar pada 1993 lalu.
 
Karena alasan itu pula, Jurassic World bukanlah film peraih pendapatan terbanyak pada pemutaran pekan pertama jika inflasi disesuaikan.
Film yang disutradai Colin Trevorrow itu hanya menempati peringkat ketiga daftar film peraih pendapatan terbanyak saat pemutaran pada akhir pekan pertama.
Posisi wahid diduduki Harry Potter and the Deathly Hallows, Part 2 yang meraih US$483 juta (Rp6,4 triliun) saat pemutaran akhir pekan pertama pada 2011, atau setara dengan 554 juta dolar (Rp7,3 triliun) saat ini.

Penonton Cina

Alasan kedua mengapa 2015 menjadi tahun pemecahan rekor industri film ialah penonton Cina.
Ketika Fast and Furious 7 mendulang hampir US$1,6 miliar, sebagian jumlah tersebut berasal dari karcis bioskop di Cina.
 
“Cina merupakan pasar yang luar biasa besar. Para penonton di Cina menyukai film domestik maupun film Hollywood. Jika Anda perhatikan Furious 7, dari 910 juta dolar yang dihasilkan di luar negeri, 26,4% berasal dari Cina. Kemudian dari seluruh pendapatan Jurassic World, 31,5% juga berasal dari Cina,” kata Symonton.
Catatan itu disokong oleh fakta bahwa pada 2012 pemerintah Cina melebarkan kuota penayangan film asing. Sebuah bioskop, contohnya, dapat memutar 60 hingga 70 film asing tiap tahun.
 
Hausnya publik Cina dalam menonton dibuktikan oleh data statistik bahwa pada 2014, karcis bioskop terjual senilai 5 miliar dolar. Jumlah itu ialah rekor tersendiri.
Oleh karena itu, lembaga akuntan Ernst & Young memperkirakan Cina akan menyalip Amerika Serikat sebagai pasar film terbesar di dunia dalam lima tahun mendatang.(Ode)**
.

Categories:Film,
Tags:film,