Akhirnya Margriet Jadi Tersangka Pembunuh Angeline

Akhirnya Margriet Jadi Tersangka Pembunuh Angeline

Penyidik Polda Bali menetapkan Margriet Christina Megawe sebagai tersangka pembunuh anak angkatnya sendiri, Engeline. (Net)

Denpasar  - Berdasarkan beberapa bukti kuat keterlibatannya dalam aksi pembunuhan, akhirnya penyidik Polda Bali menetapkan Margriet Christina Megawe sebagai tersangka pembunuh anak angkatnya sendiri, Angeline. 
 
"Ya betul sekali, saya sudah mendapat laporan, Margriet ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan anaknya," ujar Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti, Minggu (28/6/2015) malam.
 
Berdasarkan laporan yang diterima Kapolri, polisi mendasarkan penetapan tersangka Margriet atas tiga alat bukti. Pertama, pengakuan Agustinus Tae Andamai, tersangka pertama pembunuhan bocah yang masih duduk di sekolah dasar tersebut. 

"Bukti kedua, hasil analisis laboratorium forensik. Ketiga petunjuk di tempat kejadian perkara. Keterlibatan Margriet membunuh Angeline sangat kuat," katanya. Saat ini, lanjut Badrodin, penyidik masih terus mendalami apa motif Margriet membunuh sang anak angkat tersebut. 
 
Sementara penyidik juga masih akan mencari apakah ada tersangka lainnya.  Penetapan status tersangka terhadap Margriet Megawe dalam kasus pembunuhan anak angkatnya Angeline, di Denpasar, Bali mengundang penyesalan dari kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompoel.

Hotma secara spesifik menyatakan penyesalannya terhadap sikap Kepala Polda Bali Irjen Pol Ronny Franky Sompie. "Yang kami sesalkan dari kemaren itu, kami tidak mau bicara menyinggung Kapolda. Kapolda jauh-jauh hari, belum ada bukti, belum ada apa-apa sudah bilang akan ada tersangka baru, itu yang kami sesalkan," kata Hotma.

Hotma mengaku khawatir, penetapan status itu terjadi semata-mata atas dasar tekanan dari opini masyarakat. "Kami khawatir, Kapolda (Bali) itu mendapat tekanan dari opini masyarakat di luar. Ya sudah jadikan (tersangka)," katanya, yang kemudian langsung mematikan sambungan telepon. 

Sebelumnya, tersangka pembunuhan Angeline yang ditangani Polresta Denpasar hanya menetapkan Agus Tae Andamai (25). Berdasarkan pengakuan Agus terakhir, dia hanya disuruh mengubur, dan yang membunuh adalah Margriet.
 
Sementara itu, Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Ronny Franky Sompie menyatakan, bukti awal sudah cukup tentang  tewasnya Angeline. Namun sejauh ini Margriet belum diperiksa sebagai tersangka.  Meski demikian, hingga kini belum ditemukan keterkaitan bercak darah di kamar Margriet atas kematian Angeline.
 
Bahkan ditemukan bercak darah yang diketahui milik Margriet. "Kita masih menunggu olah TKP (tempat kejadian perkara untuk menentukan hasil pemeriksaan bercak darah)." (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kriminal,