Atasi Kemacetan Pasar Baru Tidak Parkir Sembarangan

Atasi Kemacetan Pasar Baru Tidak Parkir Sembarangan

Ilustrasi kemacetan di Pasar Baru Kota Bandung.(Net)

Bandung - Menanggapi masalah kemacetan di depan Pasar Baru pihak Kepolisian Resort Kota Besar Bandung telah memberikan solusi kepada para pedagang dan pengunjung di lokasi tersebut, agar tidak parkir di sembarang tempat.

Hal ini diungkapkan Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Asep Amar kepada wartawan, di Mapolrestabes Bandung Senin siang (29/6/2015).

"Mengatasi kemacetan di depan Pasar Baru, kami bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung untuk menghimbau penghuni di sana agar  tidak parkir sembarangan. Karena telah disediakan tempat parkir di Basement, atau tempat lain bukan di depan Pasar Baru sehingga terjadi kemacetan setiap hari," ungkapnya," .

Selain itu Asep menegaskan telah menyiapkan 8 personil petugas unit Patwal Polrestabes Bandung  bekerjasama dengan Satpol PP, yang terus bergerak mengusir PKL di sepanjang Jalan Pasar Baru.

Selain itu. Para petugas yang telah disiapkan juga melakukan pengamanan terhadap parkir liar.

"Untuk menghindari kemacetan kita siapkan 8 personil Patwal yang bertugas   mengusir PKL dan mengamankan parkir liar di Pasar Baru jadi ketika mereka mau parkir sembarangan langsung ditilang," jelasnya.

Saat ditanya mengenai kinerja Tim penggembos ban, yang sempat diberitakan selalu menggembosi ban kendaraan yang sering terparkir liar di jalan, dirinya menyatakan bagus bila dilakukan secara rutin.

"Ini kan tugas Dinas Perhubungan, bagus karena bisa memberikan efek jera kepada para pelanggar parkir liar," paparnya.

Asep juga membenarkan, bahwa saat ini tim Penggembos Dishub dinilai vakum, namun pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar masyarakat bisa taat terhadap aturan.


" Tim penggembos bukannya hilang, lebih tepatnya vakum, kita akan terus berkoordinasi untuk penindakan terhadap para pelanggar parkir ini," tandasnya.

Mengenai tarif parkir tinggi yang dilakukan oleh para preman, menurut Asep pihak Satpol PP Kota Bandung, harus bertanggung jawab, karena itu merupakan bentuk pelannggaran Perda.

" Satpol PP harus turun tangan, ini kan pelanggaran Perda, mereka yang harus ambil tindakan," pungkasnya.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,