A. Danal Ruseno, 'Anak Saya Bukan Begal'

A. Danal Ruseno, 'Anak Saya Bukan Begal'

Danal Ruseno (45), orangtua Novaldi Pahlevi Munggaran (21) Menunjukkan Beberapa bukti di Kantor redaksi cikalnews, Selasa (30/06) siang. (Foto: Rzl/cikalnews)

Bandung - Pemberitaan dua orang yang diduga anggota kelompok motor yang berusaha melakukan pembegalan, dan berakhir meninggal dunia setelah menabrak pos polisi TSM di Jalan Gatot Subroto, Rabu (24/6/2015) dinihari, ditepis oleh pihak keluarga korban dengan memberikan konfirmasi yang sebenarnya terjadi.

A. Danal Ruseno (45), orangtua Novaldi Pahlevi Munggaran (21) yang merupakan korban meninggal dunia dalam kejadian itu menegaskan, anak sulungnya itu bukan anggota geng motor. Apa yang dituduhkan masyarakat dan saksi saat di tempat kejadian adalah begal tersebut, benar-benar keliru.

"Anak saya bukan begal ataupun anggota salah satu geng motor. Awalnya anak saya pamit untuk ngeliwet bersama rekan - rekannya. Setelah itu Novaldi memperoleh informasi ada balapan motor di daerah Laswi, berangkatlah dia bersama rekannya ke lokasi tersebut," katanya kepada CikalNews.com di Kantor Redaksi CikalNews.com Jalan Cisangkuy Kota Bandung, Selasa (30/6/2015) sore.

Dirinya menjelaskan, saat pemuda yang masih kuliah di Fakultas Hukum salah satu universitas swasta di Kota Bandung itu mendatangi lokasi yang diinformasikan, ternyata tidak ada balapan motor.

"Karena tidak ada yang balapan liar di Laswi, akhirnya mereka putar arah menuju BKR dan menuju arah Jalan Gatot Subroto. Setelah itu ada mobil Suzuki Vitara dengan plat nomor D 1449 QY warna hitam melaju kencang, dan hampir menabrak Novaldi dan ketujuh rekannya," bebernya.

Menurut Danal, anaknya terpancing emosi melihat perilaku mobil itu yang menjalankannya dengan kencang sambil berzig-zag. "Karena perilaku mobil itu memancing emosi, akhirnya anak saya dan rekannya yang ngebonceng mengejar mobil itu sambil membawa batu. Aksi kejar-kejaran terjadi, Novaldi pun melempar batu ke arah mobil tersebut, pas di perempatan Gatot Subroto menuju TSM," paparnya.

Motor yang dikendarai Novaldi dan rekannya ini digiring oleh mobil itu, sehingga motor menabrak pos polisi dan Novaldi pun meninggal di lokasi kejadian."Kenapa disebut begal karena pengendara mobil itu turun sambil membawa kunci roda mobil dan berteriak begal, sehingga masyarakat di sekitar berasumsi bahwa itu adalah begal," tegasnya.

Ia menekankan, almarhum Novaldi Pahlevi Munggaran bukan begal, malah menjadi korban dalam kejadian tersebut. Menurut informasi yang diberikan oleh
A. Danal Ruseno, kecelakaan itu adalah kecelakaan tunggal, setelah dirinya menanyakan hal itu kepada pihak kepolisian. (Ode/Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,