Demi Harga Diri Rakyat Yunani Siap Tinggalkan Eropa

Demi Harga Diri Rakyat Yunani Siap Tinggalkan Eropa

Puluhan ribu warga Yunani menggelar aksi protes yang mendukung suara 'tidak' dalam referendum yang akan digelar hari Minggu mendatang, untuk menentukan sikap atas proposal dana talangan Eropa.

Athena  - Puluhan ribu warga Yunani menggelar aksi protes yang mendukung suara 'tidak' dalam referendum yang akan digelar hari Minggu mendatang, untuk menentukan sikap atas proposal dana talangan Eropa.

"Hidup kami bukan milik kreditor," tertulis pada spanduk yang dibawa demonstran, dalam aksi protes dihadiri tidak kurang dari 17.000 orang di Athena dan Thessaloniki. 
 
Dilansir laman Guardian, Selasa (30/6) publik Yunani menuntut ditolaknya proposal,meski berisiko membuat negara mereka keluar dari Zona Euro, lantaran gagal membayar utang. "Rakyat Yunani telah membuat banyak pengorbanan. Perhatian kami bukan Euro, tapi jaminan cara hidup yang penuh harga diri, bagi generasi selanjutnya," kata Vanguelis Tseres, warga Athena berusia 50 tahun.

Banyak orang terpaksa menganggur sejak krisis utang Yunani 2010. Negara Uni Eropa tidak membiarkan Yunani bangkrut, hingga menyediakan dana talangan dengan syarat pengetatan anggaran. Selama lima tahun terakhir, publik Yunani harus berada di bawah kendali anggaran yang mencekik, sesuai arahan dari para kreditor seperti Dana Moneter Internasional (IMF).

Partai Syriza lalu muncul jadi pemenang pemilu awal 2015, setelah menjanjikan berakhirnya masa suram pengetatan anggaran. Mereka menuntut negosiasi masa pembayaran pada kreditor. Pembicaraan di Brussels berakhir tanpa hasil. Menteri keuangan Eropa memutuskan untuk menghentikan pemberian dana talangan. Yunani pun mengumumkan referendum.

Uni Eropa merespon dengan ultimatum, Yunani memilih pintu keluar dari zona Euro dengan referendum itu. Ancaman Eropa membuat belasan ribu publik Yunani turun ke jalan. Pada pernyataan resmi pengunjuk rasa disebutkan, mereka turun ke jalan untuk memilih harga diri dengan mendukung pilihan 'tidak' terhadap proposal dana talangan saat referendum nanti.

"Orang-orang menyuarakan 'tidak' untuk pemerasan, teror dan ancaman internal maupun eksternal, dan 'ya' besar untuk demokrasi, harga diri, kedaulatan, nilai-nilai dasar keberadaban modern Eropa." "Saya di sini untuk mendukung negara. Saya ingin kemerdekaan bagi negara saya, harga diri bagi rakyatnya, karena sekarang mereka kehilangan itu," kata seorang psikolog Katherine. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:demo,