PBVSI Harus Berbuat Lebih Banyak Lagi

PBVSI Harus Berbuat Lebih Banyak Lagi

Bandung - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) perlu berbuat lebih banyak untuk melakukan pembinaan dengan target bersaing di tingkat internasional, kata pelatih bola voli nasional Robby Meliala di Bandung, Rabu (1/7/2015).

"Hasil SEA Games 2015 jelas memetakan kekuatan Indonesia di kawasan ini, PBVSI dan insan bola voli Indonesia lainnya perlu berbuat lebih banyak lagi, lebih yang telah dilakukan saat ini untuk target prestasi internasional," kata Robby Meliala.

Menurut dia medali perunggu pada ajang SEA Games 2015 sudah sangat maksimal, dan sulit untuk meraih lebih dari itu. Kekalahan dari Thailand sudah diprediksi mengingat kekuatan negara itu memang masih terbaik di ASEAN dan berperingkat sangat baik di tingkat internasional.

Namun menurut dia, dari laga itu menunjukkan ancaman serius datang dari negara lainnya terutama dari Vietnam yang menjadi kuda hitam dalam laga SEA Games 2015 cabang bola voli.

"Kekuatan Vietnam benar-benar mengancam dalam beberapa tahun ke depan, lejitan prestasi dan permainannya harus diantisipasi dan jelas-jelas kita harus berbuat lebih banyak lagi," kata Robby.

Ia menyebutkan, materi tim Vietnam adalah tim pelajar negeri itu yang sempat dikalahkan oleh tim Indonesia beberapa tahun lalu. Namun Persiapan dan latihan yang dilakukan intensif di Tiongkok membuat tim itu tampil luar biasa di ajang SEA Games 2015.

"Mereka ditempa di Tiongkok dengan waktu yang cukup, hasilnya sangat pesat. Spikernya yang saat tampil di kejuaraan pelajar ASEAN dulu biasa-biasa saja kemarin mereka tampil sangat bagus," katanya.

Pelatih nasional yang juga mantan bintang bola voli nasional itu juga menyebutkan PBVSI perlu melakukan upaya berkelanjutan untuk mendapatkan tim nasional yang padu.

Ia mengakui bila saat ini dunia bola voli Indonesia tertolong oleh kiprah Proliga. Namun ia berharap jangan terlena dengan Proliga namun harus memancangkan target prestasi internasional.

"Voli kita tertolong oleh proliga, di sisi lain pembinaan atlet masih terkendala karena makin sedikitnya ajang pertandingan bagi atlet," katanya.

Pada kesempatan itu ia mengapresiasi masih adanya insan yang peduli bola voli dengan membentuk klub atau menggelar turnament.

"Saya apresiasi masih ada yang mau bikin klub dan gelar turnament. Saya juga berharap ada skema yang memungkinkan para atlet tidak putus di tengah jalan akibat pindah sekolah atau terjun ke dunia kerja," katanya.

Menurut dia terkadang pelatih tidak bisa berbuat banyak pada saat pemain memutuskan untuk konsentrasi bekerja atau pindah kuliah.

"Idealnya mereka difasilitasi pekerjaan sehingga mereka tetap bisa berlatih," kata Robby Meliala menambahkan. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:,