12.500 Pengusaha Kena Pajak di Jabar Miliki Sertifikat Elektronik

12.500 Pengusaha Kena Pajak di Jabar Miliki Sertifikat Elektronik

Bandung - Sekitar 12.500 pengusaha kena pajak (PKP) di wilayah Dirjen Pajak Jabar I telah memiliki sertifikat elektronik untuk e-faktur dan mengintensifkan kepemilikan aplikasi itu di wilayah tersebut.

"Di wilayah DJP Jabar I ada sekitar 25.000 pengusaha kena pajak, dan 50 persennya telah memiliki sertifikat elektronik untuk faktor elektronik atauy e-faktur," kata Kepala Kanwil DJP Jabar I Adjat Djatnika di Bandung, Rabu.

Ia menyebutkan pemberlakukan e-faktur di wilayah Jabar dan Bali dimulai pada Rabu (1/7/2015) dimana mereka wajib membuat faktur pajak elektronik.

Layanan itu, kata Adjat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam membayar pajak serta bisa meminimalisasi transaksi atau kasus faktur fiktif.

Caranya dengan melakukan aplikasi e-faktur yang bisa dilakukan dengan mengajukan permintaan sertifikat elektronik kepada Kantor Pelayanan Pajak terdekat tempat pengusaha kena pajak dikukuhkan.

"Kami sudah mensosialisasikannya sejak awal 2015, termasuk konsekuensi hukumnya bagi yang tidak memakai e-faktur yakni sanksi adminitrasi yang ditetapkan UU tata cara perpajakan," katanya.

Sanksinya denda sebesar dua persen dari dasar pengenaan pajak sesuai dengan pasal 14 auat (4) UU Ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Ia meminta kepaa pada pembeli barang kena pajak atau penerima jasa kena pajak yang menerima faktur pajak untuk memastikan menerima e-faktur.

Secara spesifik memanfaatkan e-faktur bagi pengusaha kena pajak adalah tanta tangan basah diganti dengan tanda tangan elektronik.

"E-faktur tidak diharuskan untuk dicetak sehinga mengurangi biaya kertas, cetak dan biaya penyimpanan," kata Adjat.

Lebih lanjut ia menyebutkan, aplikasi e-faktur satu kesatuan dengan aplikasi e-SPT sehingga lebih muydah pelaporan SPT masa PPN.

"Permintaan nomor seri faktur pajak disediakan secara online via webite Ditjen Pajak sehingga tidak perlu datang lagi ke kantor pelayanan pajak,"katanya.

Dengan melakukan validasi itu, pembeli barang kena pajak atau penerima jasa kena pajak berperan aktif untuk memastikan pajak pertambahan nilai dan pajak pertambahan nilai serta pajak penjualan telah dibayar ke pengusaha kena pajak ke kas negara. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,