Hakim Marahi Suami Istri Jual Bakso Celeng

Hakim Marahi Suami Istri Jual Bakso Celeng

Bandung - Pasangan suami istri (pasutri)  Tati dan Budi, terlihat pasrah duduk di kursi pesakitan di ruang sidang Pengadilan Negeri, Jalan R.E. Martadinata Kota Bandung, Rabu (1/7/2015).

Ketua Majelis Hakim Marpaung menceramahi kedua pasutri tersebut terkait kasus bakso celeng. Mereka diancam dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Keduanya didakwa telah melanggar Pasal 62 ayat 1 UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP serta Pasal 136 b UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Dalam sidang tersebut Tati mengaku tak tahu jika daging yang ia peroleh merupakan daging celeng. "Itu kiriman Saya tidak tahu itu celeng. Taunya celeng dari polisi," ungkap Tati di ruang sidang.

Daging-daging tersebut kemudian ia jual ke masyarakat. Namun sebelumnya daging tersebut dilumuri dulu dengan darah sapi."Supaya enggak kelihatan pucat," bebernya.

Keterangan terdakwa Tati tentu saja   membuat JPU dan Majelis Hakim mencecarnya.

"Katanya enggak tahu kalau itu celeng. Kenapa harus dilumuri darah sapi biar enggak kelihatan pucat. Berarti kan tahu kalau daging sapi itu tidak pucat seperti celeng," ujar Ketua Majelis Hakim.

Daging yang tak laku dijual, kemudian dibuat bakso oleh pasutri ini dan dijual ke pasar-pasar. Anggota majelis hakim Lidya pun kesal dengan aksi pasutri ini. Ia pun menceramahi keduanya yang dinilai telah meracuni masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, penggerebekan pabrik bakso celeng di rumah Tati di bantaran Sungai Cadas Baru, Jalan Cijawura Hilir, RT 07 RW 10, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung beberapa waktu lalu. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,