Pentas Seni Menurun Selama Ramadan

Pentas Seni Menurun Selama Ramadan

Bandung - Order atau pesanan pentas para seniman dan artis menurun selama bulan Ramadan bahkan sebagian 'banting stir' menggarap program religi.

"Ya memang ada penurunan pesanan untuk panggung, itu biasa terjadi setiap Ramadhan. Bila biasanya ada 25 panggung sebulan, saat ini ada 20-an order," kata Syam Udjo, salah seorang pimpinan Saung Angklung Udjo (SAU) ketika ditemui disela-sela kegaitan angklung interaktif acara Keementerian Koperasi dan UMKM di Bandung, Rabu (1/7/2015)

Menurut Syam, penurunannya sekitar 10 persen. Selain pesanan order pentas yang menurun juga kunjungan ke Saung Angklung Udjo juga mengalami penurunan sepanjang Bulan Ramadan.

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan antisipasi termasuk dengan menyiapkan beberapa program pentas "ngabuburit" atau menunggu saat berbuka puasa. Terlebih beberapa jadwal pentas di SAU digelar pada sore hari.

Selain memainkan angklung interaktif yang mengajak para pengunjung ikut bermain, juga porsesi helaran yang menampilkan kemampuan anak-anak dalam bermain angklung dan aktraksi lainnya.

Penurunan order panggung juga dirasakan para seniman panggung lainnya. Seperti dikui oleh Mutia (30) penyanyi dangdut di Kabupaten Bandung yang mengaku mengalami penurunan order.

"Selama Ramadhan nyaris tak ada undangan untuk manggung, sehingga saya mengisi acara-cara religi di komunitas atau acara lainnya," kata Mutia.

Menurut dia, penurunan order panggung pada Ramadhan kerap terjadi setiap tahun dan sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

Namun demikian, sesekali ada saja undangan dari rekan atau acara yang bisa diisi seperti mengisi acara lagu-lagu religi jelang bulan puasa, pembukaan tempat usaha atau lainnya.

"Sudah diantisipasi dan kami tidak ngeyel untuk dapat order di Ramadhan. Bersama teman lainnya saya isi untuk lebih fokus beribadah puasa," katanya.

Hal senada juga diakui oleh Uyu, guru seni tari yang mengaku selama bulan Ramadhan tengah sepi. Terlebih bertepatan dengan liburan anak sekolah.

"Biasanya kami mendapatkan murid, tapi kali ini pada libur. Saya lebih banyak tinggal di rumah," katanya.

Sementara itu sebagian seniman panggung sudah menyiapkan program selama Ramadhan sehingga bisa tetap menjaga aktivitasnya. Selain mengisi acara musik, beberapa diantaranya juga menyambi sebagai MC di beberapa acara.

"Di sinilah seninya, kita harus siap menyesuaikan dengan situasi. Tidak bisa memaksakan dalam satu profesi, selagi ada peluang dan kita bisa kita ambil, seperti jadi MC atau pengisi acara. Yang penting halal," kata salah seorang penyanyi yang menjadi MC di salah satu acara bazaar yang digelar perbankan di Bandung. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,