ANRI Ajukan Arsip KAA ke UNESCO

ANRI Ajukan Arsip KAA ke UNESCO

ANRI Ajukan Arsip KAA ke UNESCO

Jakarta -Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengajukan arsip Konferensi Asia-Afrika (KAA) sebagai warisan dunia Memory of the World (MoW) ke UNESCO.

"Arsip KAA telah diajukan ke UNESCO pada Maret lalu," kata Kepala ANRI, Mustari Irawan di Jakarta, Jumat (24/10/2014).

Dia menjelaskan, selama menanti hasil tersebut, ANRI menggelar kajian akademis dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).

"FGD digelar untuk menyelami dan menyebarluaskan nilai-nilai universal KAA yang harus dilestarikan," katanya.

ANRI, kata dia, bekerja sama dengan Komite MoW Indonesia menggandeng sejumlah pakar dalam menggagas FGD.

 "Di antaranya Prof. Dr.Ing. Wardiman Djojonegoro, Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M.Agr, Prof. Arief Rachman, M.Pd, Dr. Mukhlis PaEni, dan pakar lainnya," kata dia.

 Forum diskusi, kata dia, akan berlangsung pada Senin (27/10/2014) di Ruang Serba Guna Noerhadi Magetsari Kantor Pusat ANRI.

FGD dijadwalkan dua sesi diskusi, sesi I mengangkat tema "Nilai-Nilai KAA" dengan menghadirkan tiga orang pembicara. Salah satunya yaitu Jackson Leung, saksi sejarah pelaksanaan KAA.

Diskusi sesi II dengan tema "Progres Pengajuan Arsip KAA sebagai MoW"dengan pembicara dari Komite MoW Indonesia dan Kementerian Luar Negeri.

"Sosialisasi yang dikemas melalui forum akademis ini mengingatkan kembali Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang dalam usia sepuluh tahunnya dapat menginspirasi negara-negara di Asia-Afrika untuk menentukan nasib bangsanya dan mengalang solidaritas yang mendorong terbentuknya Gerakan Non Blok (GNB)," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,