Korban Feri Tenggelam di Filipina Jadi 41 Orang

Korban Feri Tenggelam di Filipina Jadi 41 Orang

Manila- Korban tewas akibat feri tenggelam di Filipina tengah bertambah menjadi 41 orang, Jumat (3/7/2015), setelah regu penyelamat menemukan tiga mayat, namun cuaca buruk menghambat pencarian 12 korban lain, kata penjaga pantai dan polisi.

Kapal kayu motor MBCA Kim-Nirvana itu membawa 187 penumpang dan awak saat terguling dan terbalik, beberapa menit setelah meninggalkan pelabuhan Kota Ormoc, Kamis. Sebanyak 134 penumpang selamat.

Gelombang tinggi dan arus kuat pada Jumat memaksa para penyelam menunda upaya pencarian di dasar laut sekitar Ormoc, namun kapal-kapal karet terus memeriksa permukaan laut untuk mencari korban selamat, kata Kepala Kepolisian Nasional Filipina Asher Dolina.

Sebagian lambung kapal feri yang tenggelam itu masih tampak di atas permukaan air, kata seorang saksi mata.

Pencarian dan penyelamatan dilanjutkan hingga malam, dan kekuatan personel penjaga pantai diperkuat dengan sebuah kapal AL Filipina dan dua pesawat AU.

Penyelidikan atas penyebab tenggelamnya kapal itu akan dimulai, Jumat, kata jurubicara penjaga pantai Armand Balilo kepada radio Filipina.

Korban selamat mengatakan feri tersebut berbelok tajam ke kanan dan dihantam gelombang besar kemudian terbalik, setelah meninggalkan pelabuhan di provinsi Leyte di selatan ibukota Manila.

"Kami diberi pelampung namun tidak bisa mengenakannya sebelum feri tenggelam," kata seorang korban selamat Rhe-An Garciano.

Penumpang panik memenuhi di sisi kanan feri sehingga kapal perlahan-lahan miring dan akhirnya terbalik, kata Balilo.

"Feri tersebut membawa semen dan beras namun sepertinya ia tidak melebihi kapasitas," kata Balilo.

Jumlah penumpang kapal pada Jumat direvisi setelah ditemukan bahwa dua kru batal menaiki kapal itu.

Sejumlah orang, terkadang sampai ratusan, tewas setiap tahun akibat kecelakaan kapal feri di Filipina, sebuah negara kepulauan dengan 7.100 pulau, dengan catatan buruk keselamatan maritim.

Kelebihan kapasitas merupakan hal lumrah dan banyak di antara kapal dalam keadaan buruk. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:,