Bus Transjakarta Terbakar, Ahok Hindari Operator 'Nakal'

Bus Transjakarta Terbakar, Ahok Hindari Operator 'Nakal'

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Halte UI, Salemba, Senen, Jakarta Pusat mendadak ramai, menyusul terbakarnya sebuah bus Transjakarta bernomor polisi B 7436 IV, sekitar pukul 08.45 WIB. Bus jurusan Ancol - Kampung Melayu berangkat dari arah Senen menuju Kampung Melayu itu mengeluarkan asap tepat di depan Halte UI, Salemba, yang diikuti munculnya percikan api disertai suara ledakan.
 
"Ya betul bus terbakar di depan Halte UI," kata petugas piket Polsek Senen, Aiptu Parno ,Jumat (3/7/2015). Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa terbakarnya bus tersebut. "Tidak ada korban jiwa, penumpang semuanya selamat. Petugas juga sudah berada di lokasi," katanya.
 
Kebakaran bus Transjakarta tersebut dimulai dari kompartemen mesin yang menjalar ke bodi bagian belakang dari bus gandeng bermerek Komodo. Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Anthonius NS Kosasih mengaku sangat marah kepada Operator Lorena yang tidak menjaga kualitas bus yang dioperasikannya dengan baik.
 
Kosasih menegaskan, dirinya sudah menegur langsung Direksi Lorena,m karena mereka tidak menjaga kualitas bus yang dioperasikan. "Bus merek Komodo yang mereka gunakan itu baru saja selesai direkondisi dan baru dioperasikan beberapa hari lalu. Hari ini tiba-tiba terbakar. Apakah busnya atau pelaksanaan rekondisi di karoserinya yang bermasalah?" paparnya.
 
Ia pun mempertanyakan, kenapa api bisa menjalar cepat membakar bus Transjakarta Koridor V Jurusan Ancol-Kampung Melayu iu. Artinya, Operator Lorena tidak menggunakan bahan tahan api saat rekondisi. "Quality control mereka bagaimana?" tuturnya.
 
Atas kejadian itu, pihak kepolisian belum bisa menentukan apakah akan dilakukan penyelidikan atau tidak, meski peristiwa serupa sering terjadi. Polisi, bahkan angkat tangan apabila memang banyaknya bus yang terbakar itu akibat lemahnya masalah teknis dan kualitas produk.
 
"Jadi karena menjadi kepentingan penyelidikan, maka kita lakukan penyelidikan. Namun, jika itu kelemahan teknis yang memang sudah menjadi karakter barang itu, ya kita tidak bisa apa-apa juga. Misalnya, kita membeli barang yang mudah terbakar, ya akan mudah terbakar," kata Kabareskrim Komjen Budi Waseso.
 
Ia menyatakan, institusinya siap mengusut masalah ini apabila memang ada laporan yang masuk. Namun, ia tidak menerima apabila masalah yang dilaporkan hanyalah masalah yang berkaitan dengan fungsi teknis. "Nanti kan itu ada yang menyatakan orang teknis, sementara kita kan bukan teknis. Soal itu, diserahkan dahulu pada pakarnya. Dicari penyebabnya, apakah karena kelemahan struktur teknis atau berkaitan dengan kualitas," katanya.
 
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan,  pihaknya tidak akan menggunakan bus Transjakarta milik operator "nakal" yang tidak layak beroperasi lagi. Hal itu lantaran bus Transjakarta merk Komodo yang dioperatori Lorena terbakar di Salemba.
 
"Semua bus-bus lama ini akan terbakar terus, padahal baru satu atau dua tahun beroperasi. Kami akan stop dan enggak mau lagi ambil produk mereka. Kami juga akan kandangin sebanyak 12 bus (merk Komodo)," tegas Ahok.
 
Suami Veronica Tan ini mengatakan, selama ini Pemprov DKI kerap tersandera lantaran minimnya armada moda transportasi milik pemerintahan di ibukota ini. Operator selalu mengatakan, kekurangan bus ini akan membuat para penumpang berang dengan Pemprov DKI.
 
 
"Bodohnya DKI ini juga disandera oleh kalangan operator yang dalam tanda kutip, selalu mengancam kalau mau dikandangin akan kekurangan bus dan dimaki orang. Sehingga kalau enggak mau beli impor yang utuh akan kekurangan bus. Ya sudah sekarang enggak apa-apa, karena yang dimaki orang saya kok," ungkapnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,