Warga Australia, Saksi Baru Bantu Kasus Angeline

Warga Australia, Saksi Baru Bantu Kasus Angeline

Juru bicara sekaligus pendamping hukum P2TP2A Kota Denpasar, Siti Sapurah (Ipung) saat diwawancarai pers.(Net)

Denpasar - Seorang saksi lagi yang dimiliki Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, yang akan memberatkan Margriet Christina Megawe (Margareta).
 
Bahkan, saksi tersebut juga berpeluang menyeret Yvonne Caroline Megawe, terlibat dalam pembunuhan adik angkatnya Engeline Margriet Megawe (Angeline).
 
Menurut juru bicara sekaligus pendamping hukum P2TP2A Kota Denpasar Siti Sapurah (Ipung), ada saksi baru warga Australia berinisial C. Menurutnya, C mengenal calon tersangka. "Dia ini mengira bahwa Yvonne telah mengetahui proses hilangnya Angeline," katanya, di Polda Bali, Denpasar, Sabtu (4/7/2015).
 
Dia menjelasakan, C mengenal Yvonne lewat media sosial, dari fanpage yang dibuat. Di mana fanpage itu memberitakan Angeline hilang dan membutuhkan pertolongan. "Saat itu, si C ini menghubungi nomor telepon yang ada di fanpage itu dan diterima oleh Yvonne. Di sana si C siap bersedia membantu mencari Angeline," katanya.
 
Ipung menjelaskan, C ini juga menduga Yvonne sengaja menjual berita hilangnya Angeline untuk Yvonne. Karena di sana ada yang meminta-minta tebusan. Setelah berhubungan, Yvonne mengaku, ada orang Banyuwangi, Sidoarjo yang menyatakan minta tebusan sekitar Rp 150 juta. "C berhubungan dengan Yvonne cukup sering tidak hanya lewat SMS saja, tapi juga lewat telepon," katanya.
 
C juga menyiapkan dana pribadinya sekitar Rp 10 juta untuk membantu Yvonne untuk menemukan Angeline. "Kenapa si C ini mau membantu Yvonne, dia ini kan punya anak yang umurnya tiga tahun, dia merasa kasihan, akhirnya C mau membantu," katanya. Ipung pun akan membuka siapa si C ini pada Senin 6 Juli 2015 nanti. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:kriminal,