Mahasiswa Garut Minta Jokowi Tolak Perusahaan Asing

Bandung - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Garut menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkunjung ke Garut untuk menolak keberadaan perusahaan asing di Indonesia di Garut.

"Kami harap kedatangan Presiden ke Garut ini dapat mendengarkan aspirasi kami tentang nasionalisasi aset dan menolak perusahaan asing di Indonesia khususnya di Garut," kata Ketua GMNI Kabupaten Garut Fachrulroji Al-Fitri di sela-sela persiapan menggelar aksi bersama mahasiswa lainnya saat kedatangan Presiden Jokowi ke Garut, Minggu (5/7/2015).

Ia mengatakan, perusahaan asing yang berada di Kabupaten Garut diantaranya yang cukup besar yakni PT. Chevron sebuah perusahaan energi listrik dari panas bumi milik Amerika dan PT Changsin perusahaan pembuatan sepatu milik Korea.

Kabupaten Garut, menurut dia, daerah yang maju dengan kekayaan alam yang melimpah seperti telah mampu mengaliri listrik untuk Jawa-Bali, tetapi kenyataannya harapan kesejahteraan masyarakat belum terpenuhi.

"Kenyataanya hari ini yang menjadi harapan-harapan masyarakat belum terpenuhi karena ketidak jelasan dana bagi hasil," katanya.

Ia berharap, Presiden menerapkan amanat Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945 poin dua dan tiga tentang menguasai kepentingan hidup orang banyak dikuasai oleh negara, kemudian bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat.

Pihaknya menuntut Presiden Jokowi untuk turun dari jabatannya jika tidak menasionalisasi aset serta berpihak pada kepentingan asing.

"Kami juga menuntut Pemerintah Kabupaten Garut harus segera bersikap tegas mengenai tentang nasionalisasi aset," katanya.

Sementara itu, kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Garut untuk meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang V.

Usai peresmian, Presiden meninjau pasar murah di Markas Korem TNI. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,