Panglima Militer Thailand Tetap Proses 14 Mahasiswa Tentang Kudeta

Panglima Militer Thailand Tetap Proses 14 Mahasiswa Tentang Kudeta

Panglima militer Jendral Udomdej Sitabutr

Bangkok - Empatbelas mahasiswa Thailand, yang ditangkap setelah menggelar unjuk rasa menentang kudeta, harus menghadapi pengadilan militer dan tidak akan dibebaskan lebih dulu, kata panglima militer Thailand, Senin, di samping berkembang seruan membatalkan dakwaan terhadap mereka.

Pelajar itu ditangkap pada Juni setelah menggelar unjuk rasa di Bangkok menyerukan pengakhiran pemerintahan militer.

Penguasa Thailand, yang menyebut diri Dewan Nasional Perdamaian dan Ketertiban, melarang semua bentuk kumpul politik.

Simpati terhadap nasib para pelajar tersebut bermunculan di Thailand dan di kalangan diaspora Thailand.

Pada Jumat, sejumlah orang berhenti di sebuah dinding sementara di kota Bangkok untuk menuliskan pesan dukungan kepada para pelajar itu.

Beberapa diantaranya menuliskan: "Bebaskan 14 (pelajar)" Panglima militer Jendral Udomdej Sitabutr mengakui adanya dukungan publik bagi para pelajar itu namun mengabaikan seruan untuk membebaskan mereka.

"Petugas keamanan tidak melihat para pelajar itu sebagai musuh, mereka seperti sepupu dan keponakan kami. Pihak berwajib menangkap mereka karena mereka tidak berperilaku benar," kata Udomdej kepada wartawan.

"Kami harus membiarkan hukum yang memutuskan dan langkah selanjutnya adalah mengirimkan kasus ini ke pengadilan militer." Pada pekan lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa mendesak Thailand untuk membebaskan para pelajar itu namun Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, jendral yang memimpin kudeta melawan pemerintahan terpilih pada Mei 2014 mengatakan, ia tidak akan tunduk pada tekanan internasional.

Sejak mengambil alih kekuasaan, junta memberlakukan pembatasan kebebasan berekspresi dan mengintimidasi para pengkritik.

Kudeta pada 2014 itu menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Thailand selama satu dasawarsa terpecah antara kelompok mapan di ibukota dan selatan, dengan pendukung Yingluck dan saudaranya mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang juga digulingkan oleh militer pada 2006.

Ke-14 pelajar itu dijadualkan hadir di pengadilan militer pada Selasa. (AY)

.

Categories:Internasional,