Orangtua Siswa, Kami Ingin Melihat Komitmen Disdik Hingga 9 Juli

Orangtua Siswa, Kami Ingin Melihat Komitmen Disdik Hingga 9 Juli

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Salah seorang orangtua siswa pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bernama Deni menemukan kejanggalan dalam data pendaftar yang dinyatakan diterima di SMA Negeri 8 Bandung. Deni berencana akan membawa hasil temuan kejanggalannya itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).


Salah satu kejanggalan yang dirasakan Deni adalah ketika dirinya menemukan satu data siswa pendaftar asal luar kota yang berstatus pendaftar dalam wilayah. Siswa asal luar kota tersebut berasal dari sebuah SMP Negeri di Samosir dan telah dinyatakan diterima di SMA Negeri 8 Bandung dengan berstatus dari dalam wilayah.

"Ini dari SMP Samosir coba, kebayang. Samosir dibilang dari dalam wilayah. Samosir ya di Sumatera," ungkap Deni di Balai Kota Bandung pada Senin (6/7/2015).

Deni menilai dikategorikannya calon siswa baru yang berasal dari luar kota sebagai peserta dari dalam wilayah, ini dapat merugikan para pendaftar PPDB lainnya. Pasalnya, sistem seleksi bagi masing-masing kategori seperti dalam wilayah, luar wilayah, dan luar kota telah ditetapkan dalam Perwal PPDB. 

"Ini bukti fisik yang saya punya, saya akan PTUN-kan. Ini kecurangan yang luar biasa, saya ingin keadilan yang seadil-adilnya " tegas Deni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana menjamin hak tiap peserta akan terlindungi dalam proses PPDB ini. Jika ada kekeliruan data dalam sistem, pihaknya butuh waktu untuk menyelesaikan masalah ini. Elih meminta agar orangtua siswa memberi kepercayaan kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung hingga 9 Juli mendatang untuk menyelesaikan masalah PPDB ini.

" Saya sudah meminta kepada semua operator untuk mengorek lebih jauh permasalahan sistem agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, dan sistem juga bekerja dengan baik, jika ternyata karena manipulasi, akan ada tindakan tegas lain," tegas Elih.

Menanggapi penjelasan dari diskusi bersama Elih tersebut, Deni dan orangtua calon peserta didik lain merasa cukup puas. Deni menyatakan dirinya akan mengurungkan niat untuk melapor kepada PTUN dan memberi kesempatan kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menyelesaikan masalah ini.

"Tidak (melapor ke PTUN). Ditunda sampai tanggal 9. Kami ingin melihat komitmennya (Dinas Pendidikan) dulu," ungkap Deni. (Ode)**

 

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,