BBPOM Temukan Lagi Pangan Berzat Kimia Berbahaya

BBPOM Temukan Lagi  Pangan Berzat Kimia Berbahaya

BBPOM Temukan Lagi Olahan Pangan Berzat Kimia Berbahaya

Bandung - Olahan pangan yang menggunakan zat-zat kimia berbahaya masih saja ditemukan BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan) dalam inspeksi mendadak (sidak), yang dilakukan di dua pasar tradisional Kota Bandung, Selasa (7/7/2015).

Dalam sidak gabungan yang dilakukan BBPOM dan Polda Jabar, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan tersebut, diketahui hasil tes dari 39 sampel yang diambil, 10 sampel positif mengandung rodhamin B dan formalin di  Pasar Cihaurgeulis dan Pasar Sadang Serang.

Fauzi Andriansyah, Inspektorat Pangan BBPOM mengatakan, untuk hasil tes kit yang diambil dari Pasar Cihaurgeulis ditemukan tiga jenis bahan makanan yaitu terasi yang positif mengandung rodhamin B (pewarna merah tekstil), kerupuk melarat positif rodhamin B, pacar cina, positif rodhamin B, serta  mie basah berbahan formalin.

"Saat di Pasar Sadang Serang, ditemukan ikan asin cucut, agar-agar rumput laut, dan mie basah yang positif mengandung bahan formalin," bebernya.

Menurutnya, menanggapi temuan ini BBPOM akan menelusuri produsen olahan pangan yang menggunakan bahan formalin tersebut.

Selain itu, pihaknya akan bekerjasama dengan PD Pasar untuk mengawasi pasar-pasar yang terdapat olahan pangan berbahaya ini.

"Kita akan telusuri seperti mie basah dari beberapa pabrik sudah kita lakukan penggerebekan, proses hukum memang arahnya kesana untuk produsennya. Kalau untuk pedagangnya karena dia enggak tahu, kita kasih pembinaan. Kemudian, kita titip pesan juga kepada PD Pasar agar produk-produk itu tidak ada di pasar lagi," paparnya.

Mengenai perizinan, olahan panganan tersebut harus terdaftar PIRT. Oleh sebab itu pihaknya akan melakukan pengecekan ke database yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan.

"Kalau dia terdaftar PIRT kita akan cek database yang ada di Dinkes ada atau tidak, kalau ada nanti kita datangi kesana," tandasnya.

Fauzi menegaskan, rodhamin B dan formalin merupakan zat yang tidak boleh berada pada olahan pangan.

"Apabila ada zat seperti ini di dalam makanan yang dikonsumsi dalam jangka panjang, maka akan menyebabkan kanker hati," pungkasnya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,