Unpad gandeng BNI Buat Inkubator Bisnis

Bandung- Universitas Padjadjaran (Unpad) bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) TBK, akan meresmikan Layanan Klinik Pembiayaan Perbankan dan Inkubator Bisnis.

Kepala UPT Humas Unpad, Soni  A. Nulhaqim mengatakan peresmian akan dilaksanakan pada  Kamis, 9 Juli 2015, bertempat di Bale Motekar, Jl. Banda No. 40 Bandung, pukul 15.30 WIB sampai dengan selesai. 

Ditambahkan Soni, Klinik Pembiayaan dan Inkubator Bisnis merupakan lembaga yang setara dengan laboratorium yang berada di bawah Univesitas Padjadjaran dan dikelola oleh Departemen Ilmu Ekonomi – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran.
 
 "Sebagaimana keberadaan laboratorium studi pada umumnya, klinik pembiayaan dan inkubator bisnis berfokus pada bidang kajian tertentu, dalam hal ini berfokus pada bidang bisnis dan pembiayaan usaha," temabahnya,. 

Keberadaan Klinik Pembiayaan dan Inkubator Bisnis ini merupakan hasil kerjasama antara Universitas Padjadjaran dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kerjasama tersebut berupa joint venture permodalan dan dana kegiatan, penyediaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.

"Pengelolaan dilakukan secara bersama antara Unpad – BNI, di mana terdapat koordinator yang berasal dari Unpad dan BNI. Dalam aktivitas keseharian, pengelolaan akan dibantu oleh mahasiswa magang yang berasal dari Unpad,"  katanya,

Klinik Pembiayaan dan Inkubator Bisnis diharapkan bisa menjadi sarana untuk mengembangkan kewirausahaan, utamanya di lingkungan civitas akademika Universitas Padjadjaran. Selain juga akan menyasar pada usaha–usaha yang dijalankan oleh masyarakat umum. 

Output dan tujuan utama dari Klinik Pembiayaan dan Inkubator Bisnis adalah adanya usaha yang dijalankan oleh Civitas Akademika Unpad pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dapat menjadi usaha yang bankable dan dapat mengakses ke sumber pembiayaan perbankan.

"Artinya usaha tersebut harus feasible/layak secara bisnis, manajemen usaha, keuangan dan aspek–aspek lainnya. Sebelum bisa mengajukan pembiayaan kredit ke perbankan, usaha terlebih dahulu akan dilakukan assessment oleh klinik pembiayaan. Jika dinilai usaha dinilai feasible untuk dibiayai, maka bisa dibiayai oleh klinik pembiayaan dengan menggunakan dananya.

 Dalam tahap awal, kegiatan dalam klinik pembiayaan dan inkubator bisnis akan menekankan pada program–program pelatihan dan konsultasi kewirausahaan, aspek–aspek bisnis dan keuangan serta strategi menembus pembiayaan perbankan. Untuk program pemberian pembiayaan dari Klinik, akan dilakukan setelah terdapat mekanisme dan system operating procedure (SOP)-nya.

Program ini didesain secara bertahap dan disesuaikan dengan tujuan klinik pembiayaan dan inkubator bisnis. Kegiatan dilakukan secara gradual mulai dari seminar kewirusahaan yang menumbuhkan motivasi berwirausaha, berbagai pelatihan tentang manajemen bisnis, administrasi keuangan serta pelatihan akses pembiayaan perbankan.(AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:bandung,