Persipura Ajukan Banding ke Komdis PSSI

Persipura Ajukan Banding ke Komdis PSSI

Persipura ajukan banding ke Komdis PSSI

Jayapura - Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Pertandingan Persipura Jayapura Fachrudin Pasollo mengatakan akan mengajukan banding terkait keputusan Komisi Displin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan denda materi senilai Rp 100 juta.

Denda materi yang dikenakan pada Panpel Persipura itu terkait insiden saat menjamu Arema Cronous pada Selasa (21/10/2014), kata Ketua Panpel pertandingan Persipura Jayapura Fachrudin Pasollo di Jayapura, Papua, Minggu (26/10/2014).

"Panpel Persipura akan ajukan banding terkait denda yang diberikan kepada Persipura oleh Komdis PSSI itu," katanya.

Ia mengatakan Panpel Persipura mendapat denda karena Komdis PSSI menilai penonton Persipura melakukan pelemparan ke dalam lapangan saat menjamu Arema Cronous dan terbukti ada pengurus panpel yang melakukan kekerasan kepada seorang pemain tim tamu.

"Surat keputusan Komdis PSSI itu bernomor 082/LSI/KD-PSSI/X/2014 Panpel Persipura Jayapura tertanggal 23 Oktober 2014 yang ditandatangani Hinca Panjaitan dan kawan-kawan," katanya.

Didalam surat itu juga menjelaskan secara rinci, panpel Persipura melanggar sejumlah pasal dan mengharuskan membayar denda sebesar Rp100 juta ke rekening PSSI paling lambat 23 November 2014.

Dua orang pengurus Panpel Persipura juga mendapatkan sanksi satu tahun dilarang berkecimpung di dunia sepak bola dan masing-masing mendapatkan denda sebanyak Rp 50 juta.

"Jadi didalam SK itu disebutkan Panpel Persipura demikian, jika dikemudian hari melanggar akan dikenai sanksi yang cukup berat sesuai dengan pelanggaran," katanya.

Mengenai sanksi itu, Fachrudin yang juga Kepala Dinas Pendapatan Kota Jayapura mengatakan secepatnya Panpel Persipura akan banding karena penetapan keputusan sanksi dan denda itu dinilai tidak adil.

"Seharusnya Komdis PSSI melihat insiden itu dari masalah sebab-akibat. Ada sebabnya sehingga ada akibatnya, tim tamu Arema, seperti pemain Christian Gonzales yang mengancungkan dua tangan dengan menunjukkan jarinya kearah penonton menjadi pemicu pelemparan juga," katany.

"Termasuk Iwan (manejer Arema) yang melakukan hal yang sama, inikan memprovokasi penonton. Ini contoh yang seharusnya Komdis PSSI juga mempertimbangkan bahwa ada sebab dan ada akibatnya," lanjutnya.

Ia mengatakan Panpel Persipura akan segera menyurat ke Komdis PSSI agar bisa melihat insiden itu dengan jeli dan jelas sehingga mendapatkan keadilan untuk semua pihak.

"Komdis PSSI harus bertindak fair. Persipura saja saat bertandang ke Arema diperlakukan tidak adil dan sangat rasial tetapi Komdis PSSI tidak merespon. Intinya kami akan banding," katanya.

Diketahui pada laga yang berkesudahan 2-1 untuk tuan rumah Persipura Jayapura saat menjamju Arema Cronous, ternoda dengan aksi dimenit 83 saat kedua pemain tim, Ruben sanadi dan Dendi Santoso terlibat adu jotos.

Aksi ini akhirnya memicu ketegangan kedua tim dan pelemparan botol bekas air mineral kedalam lapangan oleh penonton di Stadion Mandala, Kota Jayapura. (AY)

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,