Kaum Ibu di AS Perdalam Islam di Iqra Learning Center

Kaum Ibu di AS Perdalam Islam di Iqra Learning Center

Maryland - Kaum ibu muslimah Indonesia yang tinggal menetap di negara bagian Maryland, Amerika Serikat (AS) tetap meluangkan waktu untuk belajar memperdalam agama Islam di 'Iqra Learning Center'. Mereka dibimbing oleh Siti Chafsah, yang sudah mengajar agama Islam di AS sejak tahun 1998.
 
Sebagaimana dilansir Voice of America (VOA), Kamis (9/7/2015) mereka terdiri atas 24 orang ibu, dan ada juga 47 anak di sekitar Maryland yang menjadi murid Siti. Sekali dalam seminggu, mereka belajar membaca Al Quran dan pengetahuan agama Islam dalam kelas-kelas yang berisi maksimal 7 murid.
 
Rini Gunaidi menjelasakan, seorang murid di Iqra Learning Center bisa memperdalam agama Islam secara menyeluruh dinilai sangat penting bagi Muslim yang tinggal di AS. "Sebab, menjelani kehidupan di sini mau tak mau pengaruh dari kebudayaan Barat sangat kuat,” katanya.
 
Pengajar pun mengumpulkan murid-muridnya setiap tiga bulan sekali dalam acara Muhadoroh, yang merupakan ajang bagi setiap murid untuk menampilkan kemampuannya. Baik dalam membaca Al Quran, menghafalkan surat dan doa, pengetahuan mengenai tajwid maupun kemampuan berceramah atau tauziah.
 
Muhadaroh, kata Siti telah menjadi suatu tantangan bagi murid-muridnya. "Bersama teman-temannya, mereka bisa saling tukar-menukar kemampuanm sampai di mana mereka belajarnya,” tegasnya.
 
Dengan adanya Mudaroh, diharapkan para ustadzah baru akhirnya dapat mengajar semua anak-anak di Maryland, Washington dan Virginia. Ibu-ibu yang ikut Muhadaroh pun bergiliran sesuai tugas yang diberikan. Meski tak mudah menyediakan waktu di tengah kesibukan, belajar di usia yang tidak muda lagi mereka tetap bersemangat.
 
Menurut Yanti, salah seorang murid Iqra Learning Center, meski dirinya sudah berumur tetap termotivasi oleh orang-orang di sekitarnya,  yang memiliki semangat belajar lebih dalam tentang Islam.
 
Lebih dari itu, sangat penting bagi kaum ibu untuk memiliki aqidah yang kuat agar bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka. "Ibunya harus dididik, anaknya juga harus dididik, karena mayoritas anak-anak dekat ke ibu,” tambah Siti, yang sudah mengajar mengaji di AS sejak tahun 1998.
 
"Bu Siti orangnya tegas, baik buat kita-kita, terutama saya yang sudah tua, sering lupa kalau belajar, jadi kita memang harus terus didorong,” Rini menambahkan.  Sesuai dengan nama ‘Iqra’ yang diberikannya, Siti Chafsah berharap murid-muridnya dapat belajar membaca Al Quran secara cepat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait