Produktivitas Beras Jabar Tertinggi Walau Lahan Sempit

Produktivitas Beras Jabar Tertinggi Walau Lahan Sempit

Bandung  - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan daerahnya yang memiliki lahan kurang dari satu juta hektare masih bisa menjadi provinsi dengan produktivitas beras tertinggi per hektare-nya.


"Bila dibandingkan dengan provinsi lainnya, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah yang memiliki lahan sawah masing-masing 1,2 juta hektare dan 1,1 juta hektare, daerah kita masih tertinggi produktivitas berasnya," kata Ahmad Heryawan, di Bandung, Kamis (9/7/2015) kemarin.

Ditemui usai menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Gedung Sate Bandung, ia mengatakan tingginya produktivitas beras di Jawa Barat disebabkan karena sistem pengairan, pupuk, dan petani di daerah ini lebih baik.

"Padahal posisi luas lahan tanam sawah basah paling sedikit dibanding Jawa Tegah dan Jawa Timur, tapi padi kan masih besaran kita (Jawa Barat) hasilnya," kata dia.

Menurut dia, hal tersebut menandakan bahwa para petani Jawa Barat hebat karena meskipun lahannya lebih kecil dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Timur tapi produktivitas per hektarenya lebih tinggi.

Selain itu, lanjut dia, dengan produk holtikulturanya yang besar seperti cabai, Jawa Barat mampu mencegah impor cabai yang beberapa waktu lalu sempat terdengar kabarnya.

"Kemarin kan ada kabar mau impor cabai tapi tidak jadi. Apa sebabnya, karena Jawa Barat panen cabai," kata Aher.

Dikatakan, Jawa Barat akan terus mendorong serta mempertahankan kemandiriannya di bidang pangan, perikanan, sayuran serta buah-buahan, melalui peningkatan indeks panen dan indeks tanam di wilayah utara yang memiliki lahan pertanian lebih besar daripada bagian selatan, serta perbaikan irigasi.

Sementara di bidang peternakan, lanjut dia, Pemprov Jabar pun terus mendorong peternak untuk lebih profesional serta meningkatkan produksi peternakan lokal, seperti ayam pelung, ayam sentul, sapi rancah, serta domba garut agar lebih dikembangkan.

Menurutnya, di samping lebih bergizi dan lebih baik produk ternak lokal Jawa Barat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan dengan luas lahan pertanian yang lebih sedikit namun memiliki produksi yang lebih tinggi, hal tersebut menjadi prestasi bagi Jawa Barat.

"Masalah pangan saya pikir Jawa Barat termasuk penyumbang terbesar dan peningkatannya paling tinggi di Indonesia, walaupun luas lahan pertaniannya menurun di bawah 1 juta (hektare). Ini prestasi tersendiri buat pak Gubernur," ujar Edhy.

Namun, pihaknya memberikan catatan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait masalah seperti lingkungan dan waduk di Jabar yang harus segera diantisipasi.

Menurut Edhy, permasalahan lingkungan seperti Sungai Citarum harus segera diselesaikan agar kerusakannya tidak semakin parah.(Ode)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,